Iran Sita Kapal Asing yang Diduga Selundupkan Minyak

CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 11:14 WIB
Iran Sita Kapal Asing yang Diduga Selundupkan Minyak Ilustrasi. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran kembali menyita kapal tanker asing di Teluk Persia. Demikian diungkapkan media pemerintah Iran pada Minggu (4/8).

Ini merupakan kali ketiga Iran menangkap kapal minyak di kawasan Teluk dalam sebulan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Dikutip AFP, komandan Korps Pengawal Revolusi Iran, The Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Ramezan Zirah mengatakan kapal tersebut disita di sekitar Pulau Farsi karena diduga hendak menyelundupkan bahan bakar.



"Korps Pengawal Revolusi Iran "menyita kapal ini di sekitar Pulau Farsi yang membawa sekitar 700.000 liter bahan bakar selundupan," kata Ramezan Zirah seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA.

Kantor berita Fars mengatakan kapal tanker itu sedang dalam perjalanan untuk mengirimkan bahan bakar ke negara-negara Arab.

Tujuh awak asing dilaporkan turut ditangkap dalam penyitaan yang dilakukan pada Rabu malam itu. Namun tidak disebutkan identitas kapal dan juga kewarganegaraan para awaknya.

[Gambas:Video CNN]

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump, menarik diri dari kesepakatan nuklir, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang disepakati pada 2015 lalu.

Kekhawatiran akan konflik langsung antara AS dan Iran juga meningkat sejak Mei, di mana sejumlah serangan diluncurkan terhadap beberapa tanker minyak di kawasan Teluk.


Selain itu, ada juga aksi balasan Iran yang menembak jatuh pesawat nirawak (drone) pengawas milik AS, serta rencana serangan udara AS terhadap Iran pada bulan lalu yang sempat dibatalkan Trump.

Penyitaan tanker terbaru oleh Iran ini menjadi yang ketiga dalam waktu kurun sebulan di kawasan Teluk - saluran bagi sebagian besar minyak mentah dunia.

Pada 18 Juli, Iran menahan kapal berbendera Panama atas dugaan penyelundupan bahan bakar.

Dan sehari kemudian, mereka mengumumkan menahan Stena Impero yang berbendera Inggris di Selat Hormuz karena melanggar "aturan maritim internasional".

AS juga menjatuhkan sanksi kepada Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat kepada Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif sebagai bentuk ketakutan. (dea)