Ekonomi Lesu Buat Hewan Kurban di Palestina Tidak Laku

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 12:03 WIB
Ekonomi Lesu Buat Hewan Kurban di Palestina Tidak Laku Ilustrasi hewan kurban. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Krisis ekonomi di Palestina yang disebabkan salah satunya oleh pemotongan dana bantuan internasional ternyata tak hanya membuat sulit warga, tapi juga para peternak hewan kurban. Para peternak dan otoritas Palestina memaparkan penjualan hewan kurban turun drastis dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H pada Minggu (11/8) kemarin.

Krisis keuangan juga membuat pegawai negeri sipil di Palestina harus bisa bertahan hidup setiap bulannya, dengan gaji yang setengahnya telah dipotong.
Pemotongan gaji tersebut juga termasuk pajak yang harus dibayar warga Palestina kepada otoritas Israel lantaran sengketa politik antara kedua pemerintah.

Akibat pemasukan yang terbatas, sebagian warga Palestina kesulitan menyisihkan uang untuk membeli hewan kurban seperti pada umumnya untuk memperingati Lebaran Haji.


"Tidak ada perintah untuk berkurban seperti biasa tahun ini. Tahun ini yang terburuk selama 20 tahun terakhir, sebanyak 30 ribu kambing tidak terjual," kata Kepala Rumah Pemotongan Hewan Al-Bireh di Tepi Barat, Ashraf Murar, kepada AFP.

Keluhan juga terdengar dari cerita Mohammed Faara. Faara merupakan seorang tukang daging di Tepi Barat. Ia mengaku penjualannya tahun ini turun 70 persen jika dibandingkan 2018 lalu.

"Situasinya sangat menyedihkan, saya sudah tanya tukang daging lainnya dan semuanya mengalami hal yang sama," papar Faara.
Essam Abdullah, seorang pedagang daging lainnya di sebuah pasar di Nablus, Tepi Barat, mengatakan tidak ada yang membeli domba-dombanya meski ia telah menurunkan harga jualnya dari hampir US$10 per kilo menjadi US$8 saja.

"Tapi tetap tidak ada yang membeli," kata Abdullah.

"Tahun ini ada resesi besar. Karena pemotongan gaji untuk pegawai pemerintah, tidak ada uang di pasar," paparnya menambahkan.

Krisis ekonomi juga memunculkan sejumlah lelucon selama perayaan Idul Adha kemarin. Sejumlah netizen Palestina mengunggah video meme berisikan kambing dan sapi yang berjalan bebas di jalanan serta bersantai di sebuah ayunan karena tidak ada yang menyembelih mereka di Hari Idul Adha.

Menurut Bank Dunia, pada 2018 produk domestik bruto hampir tidak tumbuh di wilayah Palestina pada 2018, sementara tingkat pengangguran terus bertambah menjadi 30 persen.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah pengamat menuturkan situasi saat ini bisa jadi lebih buruk, terutama setelah pemerintah Palestina memotong gaji PNS sebesar 50 sampai 60 persen karena krisis keuangan.

Selain PNS, para pengusaha dan pedagang Palestina juga harus membayar pajak bagi setiap barang dagangan yang transit melalui pelabuhan Israel kepada pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (rds/ayp)