Kapal supertanker itu sudah meninggalkan Gibraltar pada Minggu malam dan berlayar menuju selatan. Namun, di menit-menit terakhir pembebasan Grace 1, AS sempat meminta Gibraltar untuk menahannya.
"Iran telah memberikan peringatan kepada para pejabat Amerika melalui saluran resminya... untuk tidak membuat kesalahan seperti itu karena akan dapat konsekuensi serius," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam konferensi pers dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Spanyol, aksi penyitaan ini dilakukan atas permintaan Amerika Serikat.
[Gambas:Video CNN]
Dua minggu kemudian, pasukan Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker berbendera Inggris di perairan Teluk Persia, serta adanya serangan misterius terhadap beberapa tanker minyak lainnya.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 dan menjatuhkan sanksi embargo minyak.
Sementara itu, kekhawatiran akan konflik langsung antara AS dan Iran juga meningkat sejak Mei, di mana sejumlah serangan diluncurkan terhadap beberapa tanker minyak di kawasan Teluk.
Selain itu, ada juga aksi balasan Iran yang menembak jatuh pesawat nirawak (drone) pengawas milik AS, serta rencana serangan udara AS terhadap Iran pada bulan lalu yang sempat dibatalkan Trump. (dea)