Informasi tersebut berdasarkan pemberitahuan salah satu anggota Serikat Pekerja Utusan Malaysia (NUJ) yang bersama teman-temannya melakukan unjuk rasa di depan Gedung Utusan Melayu di Kuala Lumpur, Senin (19/8).
Menurut sumber tersebut, Utusan beroperasi dalam keadaan rugi sejak dua tahun lalu dan berlarut-larut hingga hari ini dengan kegagalan membayar gaji pekerja termasuk melunasi pembayaran bekas staf yang mengajukan pensiun dini (VSS) pada November tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat kabar yang muncul 1939 dipimpin oleh Pak Rahim Kajai dan Yusof Ishak yang kemudian menjadi Presiden Singapura pertama. Kesedihan menyelubungi saya," ujarnya dalam Grup WhatsApp Forum Wartawan RI-Malaysia.
Pengoperasian media tersebut akan diteruskan hanya dengan menggunakan platform digital saja. Lebih kurang 100 orang staf Utusan Melayu melakukan unjuk rasa damai mulai pukul 13.30 di luar gedung perusahaan untuk menuntut gaji yang tertunggak sejak tiga bulan lalu.
Sementara itu terkait penutupan Utusan Melayu dan Kosmo, Serikat Pekerja dari The New Strait Times Press (NUJ NSTP) Malaysia bakal melakukan aksi penggalangan dana.
Dalam pesan WhatsApp yang beredar NUJ NSTP mengatakan situasi getir melanda rekan sekerja kita di Utusan Malaysia dan Kosmo.
[Gambas:Video CNN]
Sehubungan hal tersebut NUJ NSTP membuka sumbangan berbentuk uang tunai dan barang keperluan seperti beras, minyak, gula, pampers dan susu pada Jumat (23/8) mendatang pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat di Driveway Balai Berita media setempat. (antara/ayp)