Kali ini, para pedemo menuntut polisi menindak massa berkaus putih yang sempat menyerang warga pendukung demo anti-pemerintah di stasiun itu pada 21 Juli lalu hingga melukai puluhan orang.
Para demonstran terlihat memegang plakat-plakat dan slogan bertuliskan "Tidak ada massa kaus putih yang didakwa sejak serangan brutal di Stasiun Yuen Long pada 21 Juli lalu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat kepolisian juga menjadi target laser hijau dan umpatan-umpatan kasar yang dilontarkan para pedemo.
Dilansir Channel NewsAsia, para pedemo itu diduga menargetkan penumpang yang tidak mendukung massa demonstrasi.
"Mereka hanya pergi begitu saja. Polisi macam apa ini?" ucap seorang perempuan yang ikut berdemo pada Rabu malam.
Mengenakan pakaian serba hitam, para pemrotes duduk di koridor masuk dan keluar stasiun. Beberapa dari pedemo juga memegang slogan bertuliskan "Bebaskan Hong Kong" dan seruan untuk menindak para penyerang pendukung demonstrasi.
"Orang-orang berada di sini untuk memberi tahu pemerintah bahwa kami marah dan kami berpikir otoritas perlu menerapkan hukum yang adil terhadap para penyerang," kata Chloe, perempuan 23 tahun yang ikut berdemo, kepada AFP.
Pada 21 Juli lalu, sekelompok orang tak dikenal berkaus putih bersenjatakan tongkat kayu dan besi menyerang pengunjuk rasa berbaju hitam dan warga secara membabi buta di Stasiun MTR Yuen Long.
Massa kaus putih itu diduga preman dan anggota geng (Triad) yang dikerahkan untuk membuat gentar para pengunjuk rasa pro-demokrasi.
[Gambas:Video CNN]
Akibat penyerangan itu, sekitar 40 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota parlemen dan beberapa wartawan.
Sejumlah video yang tersebar di media sosial menunjukkan massa kaus putih itu mengejar orang-orang berbaju hitam sambil mengarahkan tongkat kayu ke arah mereka.
Tak hanya di Stasiun Yuen Long, massa kaus putih juga menyerang demonstran kaus hitam di sejumlah tempat lainnya. (rds/has)