Pedemo Hong Kong Bentrok dengan Polisi di Stasiun MRT

CNN Indonesia
Kamis, 22 Agu 2019 10:45 WIB
Setelah sempat berjalan damai, unjuk rasa di Hong Kong kembali ricuh ketika ratusan demonstran terlibat bentrok dengan polisi di stasiun MRT. Setelah sempat berjalan damai, unjuk rasa di Hong Kong kembali ricuh ketika ratusan demonstran terlibat bentrok dengan polisi di stasiun kereta cepat. (Reuters/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah sempat berjalan damai selama akhir pekan lalu, unjuk rasa di Hong Kong kembali ricuh pada Rabu (21/8), ketika ratusan demonstran dilaporkan terlibat bentrok dengan polisi di stasiun Mass Transit Railway (MTR) di Yuen Long.

Kali ini, para pedemo menuntut polisi menindak massa berkaus putih yang sempat menyerang warga pendukung demo anti-pemerintah di stasiun itu pada 21 Juli lalu hingga melukai puluhan orang.

Para demonstran terlihat memegang plakat-plakat dan slogan bertuliskan "Tidak ada massa kaus putih yang didakwa sejak serangan brutal di Stasiun Yuen Long pada 21 Juli lalu."


Sekelompok massa dengan masker wajah saling sikut dengan polisi. Beberapa dari mereka bahkan menyemprotkan alat pemadam api ke arah aparat dan melemparkan tabungnya ke polisi yang mencoba masuk stasiun.
Di sisi stasiun lainnya, sekelompok pedemo menumpahkan minyak goreng ke lantai untuk mencegah polisi masuk, sementara itu sejumlah massa lainnya memblokade gerbang keluar dan menutup jalan-jalan menuju stasiun itu.

Aparat kepolisian juga menjadi target laser hijau dan umpatan-umpatan kasar yang dilontarkan para pedemo.

Dilansir Channel NewsAsia, para pedemo itu diduga menargetkan penumpang yang tidak mendukung massa demonstrasi.
Melalui pengeras suara yang dipasang di stasiun, pedemo mengecam polisi dan ketidakmampuan aparat menindak kekerasan yang melukai 45 orang itu.

"Mereka hanya pergi begitu saja. Polisi macam apa ini?" ucap seorang perempuan yang ikut berdemo pada Rabu malam.

Mengenakan pakaian serba hitam, para pemrotes duduk di koridor masuk dan keluar stasiun. Beberapa dari pedemo juga memegang slogan bertuliskan "Bebaskan Hong Kong" dan seruan untuk menindak para penyerang pendukung demonstrasi.

"Orang-orang berada di sini untuk memberi tahu pemerintah bahwa kami marah dan kami berpikir otoritas perlu menerapkan hukum yang adil terhadap para penyerang," kata Chloe, perempuan 23 tahun yang ikut berdemo, kepada AFP.
Yuen Long merupakan salah satu distrik di pinggiran Hong Kong dan dikenal karena desa-desa yang berhubungan dengan kelompok gangster serta dukungannya terhadap pemerintah China.

Pada 21 Juli lalu, sekelompok orang tak dikenal berkaus putih bersenjatakan tongkat kayu dan besi menyerang pengunjuk rasa berbaju hitam dan warga secara membabi buta di Stasiun MTR Yuen Long.

Massa kaus putih itu diduga preman dan anggota geng (Triad) yang dikerahkan untuk membuat gentar para pengunjuk rasa pro-demokrasi.

[Gambas:Video CNN]

Akibat penyerangan itu, sekitar 40 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota parlemen dan beberapa wartawan.

Sejumlah video yang tersebar di media sosial menunjukkan massa kaus putih itu mengejar orang-orang berbaju hitam sambil mengarahkan tongkat kayu ke arah mereka.

Tak hanya di Stasiun Yuen Long, massa kaus putih juga menyerang demonstran kaus hitam di sejumlah tempat lainnya. (rds/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER