China Menggertak Kirim Pasukan ke Hong Kong Redam Demonstrasi

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 21:14 WIB
China Menggertak Kirim Pasukan ke Hong Kong Redam Demonstrasi Ilustrasi pasukan China. (Reuters/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- China mengisyaratkan tidak segan mengerahkan pasukan ke Hong Kong dengan alasan meredam kerusuhan dalam demonstrasi. Mereka menyatakan bisa melakukannya meski pemerintah setempat tidak meminta bantuan.

Editorial surat kabar Partai Komunis China, China's Daily, menuturkan tentara Negeri Tirai Bambu "tidak memiliki alasan untuk berdiam diri" jika situasi di Hong Kong terus memburuk.
"Bukan berarti (militer China) tidak akan melakukan apa-apa jika situasi menuntut (China) melakukan sesuatu, karena otoritas wilayah administratif khusus Hong Kong (SAR) tidak meminta bantuan," bunyi editorial koran itu pada Jumat (30/8).

"Garnisun militer China di Hong Kong bukan hanya simbol kedaulatan China terhadap kota (Hong Kong) tersebut."


Berdasarkan konstitusi Hong Kong yang dikenal dengan the Basic Lawa, pemerintah wilayah itu bisa meminta bantuan garnisun China untuk menjaga ketertiban publik.

Dilansir Reuters, aturan itu menjamin bahwa militer China "tidak akan ikut campur dalam urusan domestik" Hong Kong meski telah diberi kewenangan untuk memulihkan ketertiban publik di wilayah itu.

Hong Kong disebut mengalami krisis politik terparah tahun ini, setelah jutaan orang turun ke jalan menggelar protes anti-pemerintah sejak awal Juni lalu.
Protes bermula dari penolakan masyarakat terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. RUU itu mengizinkan Hong Kong mengekstradisi tahanan ke China, yang dikhawatirkan menjadi pasal karet untuk menjerat para aktivis pro demokrasi.

Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur.

Tak hanya jalanan, demonstrasi yang kerap rusuh itu juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga sempat melumpuhkan Bandara Internasional Hong Kong selama dua hari.

China mengecam aksi kekerasan pedemo selama unjuk rasa berlangsung. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sebelumnya telah mengancam akan mengerahkan personelnya ke Hong Kong jika demonstrasi terus memburuk.

[Gambas:Video CNN]

Kemarin, China juga merotasi tentara yang mereka kerahkan di Hong Kong. Meski rotasi tersebut rutin dilakukan Beijing, pergantian pasukan ini berlangsung ketika demonstrasi masih terus berlangsung. (rds/ayp)