Jumpa Duterte, Xi Jinping Tolak Kemenangan Filipina atas LCS

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 17:11 WIB
Jumpa Duterte, Xi Jinping Tolak Kemenangan Filipina atas LCS Di hadapan Rodrigo Duterte, Xi Jinping menekankan penolakan China atas keputusan Mahkamah Arbitrase yang memenangkan Filipina dalam sengketa Laut China Selatan. (How Hwee Young/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di hadapan Presiden Rodrigo Duterte, Presiden Xi Jinping menekankan penolakan China atas keputusan Mahkamah Arbitrase Antarabangsa (PCA) yang memenangkan Filipina dalam kasus sengketa kedua negara di Laut China Selatan.

"Presiden Xi menekankan posisi pemerintahannya yang tidak mengakui keputusan pengadilan arbitrase, juga menekankan bahwa mereka tidak akan berubah posisi," ujar juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, usai mendampingi Duterte bertemu Xi di Beijing, Kamis (29/8).
Dalam pertemuan itu, Duterte sendiri tetap menekankan bahwa keputusan PCA itu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.

Di tengah kebuntuan ini, kedua pemimpin itu sepakat untuk tetap bekerja sama atas dasar kepercayaan satu sama lain, untuk menangani masalah di Laut China Selatan.


"Mereka juga sepakat untuk terus menjalin dialog secara damai demi menyelesaikan konflik ini," ucap Panelo sebagaimana dikutip Inquirer.
Dengan demikian, masalah sengketa wilayah antara China dan Filipina di Laut China Selatan kembali terkatung-katung.

China memang mengklaim hampir 90 persen wilayah di Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan daerah kekuasaan negara lain, termasuk Filipina.

Filipina di bawah komando pendahulu Duterte, Benigno Aquino, lantas mengajukan tuntutan ke PCA atas klaim China di LCS tersebut.
PCA akhirnya memenangkan Filipina dalam kasus ini melalui keputusan yang diumumkan pada 2016, tak lama setelah Duterte dilantik. China menolak keputusan tersebut, bahkan tidak menganggap keberadaan PCA.

Di awal masa pemerintahannya, Duterte mengubah haluan negaranya menjauh dari Amerika Serikat dan mendekatkan diri ke China. Pada 2016, Duterte pun tak terlalu mempermasalahkan penolakan China.

Namun belakangan, Duterte mulai menunjukkan gelagat menjauh dari China dengan menantang berbagai keputusan Beijing di LCS. (has/has)