Pemuda Inggris Buta karena Kebanyakan Makan Kentang Goreng

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 02:27 WIB
Pemuda Inggris Buta karena Kebanyakan Makan Kentang Goreng Ilustrasi hidangan kentang goreng. (StockSnap/Krzysztof Puszczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pemuda di Inggris kehilangan penglihatan karena terlalu banyak mengonsumsi keripik dan kentang goreng selam bertahun-tahun. Penemuan ini dipublikasikan dalam sebuah laporan pada awal pekan ini.

Dilansir dari CNN, Rabu (4/9), para peneliti dari Universitas Bristol mengkaji kasus ini dan telah memperingatkan bahaya dari menu makanan yang kurang sehat itu.

Kasus ini terungkap setelah remaja yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan bahwa sehari-hari ia hanya makan kentang goreng yang dibeli dari sebuah restoran selama bertahun-tahun.



Dia memakan keripik kentang, roti tawar, beberapa lembar ham olahan, dan sosis sejak masuk SD. Ia juga mengaku menghindari berbagai makanan dengan tekstur tertentu.

Remaja itu mulai mengeluhkan kelelahan ketika kunjungan pertama ke dokter pada usia 14 tahun.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ia memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan tinggi yang normal serta tidak ada tanda-tanda kekurangan gizi.

Namun terlepas dari normalnya kondisi fisik remaja tersebut, dokter menemukan pemuda itu memiliki anemia dan kekurangan vitamin B12 yang kemudian dicegah dengan suntikan obat vitamin B12 dan diberi saran diet.

[Gambas:Video CNN]


Setahun setelahnya, ia mengalami gejala kehilangan pendengaran dan penglihatan.

Para dokter tidak dapat menemukan penyebabnya hingga pada usia 17 tahun ia mengalami gejala kebutaan yang semakin parah.

Pihak Universitas Bristol menemukan remaja itu kekurangan jumlah vitamin B12, penurunan tingkat tembaga dan selenium serta vitamin D, peningkatan zat besi, dan penurunan kepadatan tulang.

Para peneliti dari Sekolah Kedokteran Bristol dan Rumah Sakit Mata Bristol, yang meneliti kasus ini, menyimpulkan remaja tersebut mengalami neuropati optik gizi, yaitu disfungsi saraf penglihatan karena kekurangan nutrisi.


"Kasus ini menekankan pada dampak dari menu makanan terhadap kesehatan mata dan fisik, dan fakta asupan kalori dan BMI tidak menjadi indikator yang dapat diandalkan dari status nutrisi," ujar Denize Atan, penulis utama jurnal medis.

Penelitian menunjukkan kekurangan mineral menjadi penyebab kebutaan dalam kasus ini.

Para peneliti mengimbau neuropati optik gizi bisa lebih banyak terjadi karena konsumsi makanan cepat saji serta menambahkan suplemen untuk menghindari kekurangan vitamin B12 bagi masyarakat yang menjalani diet vegan.


Mereka juga menyarankan kepada para dokter untuk menanyakan riwayat diet kepada pasien sebagai pengecekan medis rutin. (fls/dea)