Trump Sambut Baik Pertukaran Tahanan Rusia dan Ukraina

CNN Indonesia | Sabtu, 07/09/2019 23:16 WIB
Trump Sambut Baik Pertukaran Tahanan Rusia dan Ukraina Presiden AS Donald Trump (Reuters).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump menyambut baik pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina. Menurut Trump pertukaran itu bisa sebagai langkah potensial menuju perdamaian kedua negara.

"Rusia dan Ukraina baru saja menukar banyak tahanan. Berita bagus, mungkin langkah besar pertama menuju perdamaian. Selamat bagi kedua negara!" kata Trump dalam twitnya, mengutip AFP, Sabtu (7/9).

Sebelumnya, utusan khusus AS untuk Ukraina, Kurt Volker berharap pertukaran itu akan mengarah pada lebih banyak pertukaran, gencatan senjata, dan implementasi penuh dari perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh Rusia dan Ukraina pada 2015 di Minsk, ibu kota Belarus.


Dalam pertukaran hari Sabtu itu, pesawat yang membawa 35 tahanan dari masing-masing pihak mendarat secara bersamaan di Moskow dan Kiev.
Pada pertukaran itu, Ukraina diduga telah memasukkan seorang pria yang dicurigai terlibat dalam penembakan jatuh penerbangan Malaysia Airlines MH17 saat terbang di atas wilayah timur Ukraina pada tahun 2014, yang menewaskan 298 orang, kata pemerintah Belanda, dikutip dari Reuters.

Volodymyr Tsemakh, yang diidentifikasi oleh dinas keamanan Ukraina sebagai mantan komandan pasukan separatis yang didukung Rusia di Ukraina Tmur, dipindahkan ke Rusia dalam pertukaran tahanan antara Moskow dan Kiev, kata Kementerian Luar Negeri Belanda. Dia dibebaskan dengan jaminan oleh pengadilan Ukraina pada Kamis (5/9) lalu.

Diketahui hubungan antara Kiev dan Moskow memburuk pada tahun 2014 ketika Rusia mencaplok Crimea dan Moskow yang mendukung separatis di kawasan industri timur Donetsk dan Lugansk. Terjadi pertempuran di sana yang telah menewaskan lebih dari 13.000 jiwa selama lima tahun terakhir.

"Kami didorong untuk melihat tanda-tanda dialog yang lebih kuat antara Rusia dan Ukraina," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada AFP.
Dia mengatakan AS mendukung upaya Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky untuk mencapai solusi diplomatik untuk konflik yang dipicu Rusia di Ukraina timur.

"Kami menyerukan Rusia untuk segera membebaskan semua tahanan Ukraina lainnya, termasuk anggota komunitas Tatar Krimea, yang tetap dipenjara secara tidak adil," kata pejabat itu.

"Kami terus mendesak Rusia untuk menghormati komitmennya di bawah perjanjian Minsk dan mengembalikan kendali Crimea ke Ukraina," kata pejabat itu menambahkan.

[Gambas:Video CNN] (afp/reuters/osc)