Taliban Sebut AS Rugi Usai Trump Batalkan Negosiasi Damai

CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 23:32 WIB
Taliban Sebut AS Rugi Usai Trump Batalkan Negosiasi Damai Presiden AS Donald Trump. (Reuters).
Jakarta, CNN Indonesia -- Taliban mengatakan Amerika Serikat bakal merugi usai Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan rahasia untuk membahas negosiasi damai di Camp David. Meski demikian Taliban masih membuka pintu untuk pertemuan antara pemimpin mereka dengan Trump di lain waktu.

"Kami masih percaya bahwa pihak Amerika akan kembali ke posisi ini. Pertarungan kami selama 18 tahun terakhir seharusnya membuktikan kepada Amerika bahwa kami tidak akan puas sampai kami menyaksikan akhir dari pendudukan," kata Taliban dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Twitter oleh juru bicara Zabihullah Mujahid, dikutip dari AFP, Minggu (8/9).
Dalam pernyataan itu, Taliban mengatakan para pemberontak telah menyelesaikan kesepakatan dengan AS yang diperkirakan akan memungkinkan Washington untuk mulai menarik pasukan dengan 'imbalan' janji-janji keamanan dari Taliban.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak sejatinya telah mempersiapkan kesepakatan untuk diumumkan dan ditandatangani sebelum Trump pada Sabtu malam membatalkan negosiasi damai yang diutarakan lewat twitter.


Trump menyebut serangan Taliban di Kabul pada Kamis yang menewaskan 12 orang termasuk seorang tentara AS sebagai alasannya untuk membatalkan pembicaraan, termasuk pertemuan rahasia dengan para pemberontak di Camp David di Maryland yang direncanakan akhir pekan ini.
Tetapi Taliban menolak alasan itu. Taliban menyebut pihak AS yang bakal dirugikan akibat batalnya pertemuan tersebut.

"Orang Amerika akan dirugikan lebih dari yang lain dengan keputusan Trump. Sikap anti-perdamaian mereka akan menjadi lebih terlihat oleh dunia, korban dan kerugian finansial mereka akan meningkat, dan peran AS dalam interaksi politik internasional akan didiskreditkan lebih jauh."

[Gambas:Video CNN] (afp/osc)