KILAS INTERNASIONAL

Asa Demonstran Hong Kong ke Trump sampai Negosiasi AS-Taliban

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 08:28 WIB
Asa Demonstran Hong Kong ke Trump sampai Negosiasi AS-Taliban Ilustrasi demonstran di Hong Kong. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (8/9) kemarin. Mulai dari demonstran Hong Kong minta bantuan Trump sampai perjanjian damai Taliban. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Pedemo Minta Trump Bantu Bebaskan Hong Kong dari China

Ribuan pengunjuk rasa di Hong Kong meminta bantuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membebaskan kota mereka dari kekuasaan China. Permintaan mereka sampaikan dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar Minggu (8/9) sambil menyanyikan lagu Star Spangled Banner.


Permintaan mereka sampaikan setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Sabtu (7/9) kemarin mendesak Cina untuk menahan diri di Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997 lalu.

[Gambas:Video CNN]

"Berjuanglah untuk kebebasan, berdirilah bersama Hong Kong. Tolak Beijing, membebaskan Hong Kong," teriak mereka sebelum menyerahkan petisi ke Konsulat AS di Hong Kong seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/9).


2. Malaysia akan Buat Hujan Buatan Usir Kabut Kebakaran Hutan RI

Malaysia berencana membuat hujan buatan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terus memburuk menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran. Indeks pencemaran udara (API) di negara bagian Sarawak bahkan tercatat telah mencapai level tidak sehat.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menuturkan Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) harus mulai mempertimbangkan kondisi atmosfer di daerah yang terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

"Jika Anda ingin melalukan penyemaian awan (cloud seeding) berarti Anda harus mengetahui bahwa ada awan-awan di daerah itu. Jika tidak ada (awan) itu akan percuma," kata Wan Azizah di Kuala Lumpur, Sabtu (7/9).

Wan Azizah mengatakan pihak berwenang akan terus memantau kondisi udara di lapangan. Ia mendesak warga Malaysia terutama di wilayah terdampak kabut asap untuk tetap berada di dalam ruangan dan mengenakan masker wajah setiap melakukan aktivitas di luar.


3. Trump Batalkan Pertemuan Rahasia dengan Pemimpin Taliban

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan membatalkan 'negosiasi damai' dengan Taliban yang seharusnya bisa menjadi titik awal keduanya menghentikan perang selama 18 tahun.

Trump mengungkap melalui akun pribadinya di Twitter pada Minggu (8/9), bahwa dia seharusnya berdiskusi dengan pemimpin Taliban dan Presiden Afganistan Ashraf Ghani dalam pertemuan rahasia di Camp David.

[Gambas:Video CNN]

Namun pertemuan itu tidak pernah terjadi menyusul serangan di Kabul yang membuat salah satu tentara AS tewas.

"Tanpa sepengetahuan hampir semua orang, pemimpin utama Taliban dan, secara terpisah, Presiden Afganistan, secara rahasia akan bertemu dengan saya di Camp David pada Minggu. Mereka akan datang ke AS pada malam ini," cuit Trump. (ayp/ayp)