Pedemo Hong Kong Bawa Pesan ke Konsulat AS

CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 14:03 WIB
Pedemo Hong Kong Bawa Pesan ke Konsulat AS Suasana aksi demo di Hong Kong yang berakhir ricuh pada 1 September 2019. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pengunjuk rasa Hong Kong berencana membawa pesan mereka ke Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Minggu (8/9), setelah kerusuhan lain terjadi pada malam sebelumnya dalam gelombang protes selama 14 pekan.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Sabtu (7/9) mendesak Pemerintah China agar menahan diri di Hong Kong.

Esper mengeluarkan seruannya di Paris saat polisi Hong Kong menghalangi pedemo untuk memblokir akses ke bandar udara kota itu. Polisi menembakkan gas air mata pada malam kedua berturut-turut di kawasan Mong Kok yang padat penghuni.


Pedemo melakukan pembakaran di jalan dan beberapa dari mereka ditangkap.


Hong Kong, bekas koloni Inggris, dikembalikan kepada China pada 1997 berdasarkan formula "satu negara, dua sistem", yang menjamin kebebasan yang tidak dinikmati di China daratan.

Banyak warga Hong Kong khawatir Beijing mengikis otonomi itu.

China membantah tuduhan campur-tangan dan mengatakan Hong Kong adalah urusan dalam negeri.

Beijing telah mencela aksi protes tersebut, juga menuduh AS serta Inggris menyulut kerusuhan. China memperingatkan mengenai kerugian ekonomi.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan konsesi pekan lalu dengan tujuan mengakhiri protes, termasuk secara resmi mencabut rancangan undang-undang ekstradisi ke China yang menjadi awal aksi protes. Tapi, banyak orang mengatakan konsesi itu terlalu sedikit, sangat terlambat.

Lam mengatakan Beijing "mendukung semua yang dia lakukan".


RUU itu, yang memicu protes pada Juni, membuka kemungkinan pengekstradisian tersangka pelanggar hukum ke China daratan untuk diadili di pengadilan yang dikuasai Partai Komunis.

Hong Kong memiliki sistem pengadilan mandiri sejak era kekuasaan Inggris.

Namun sejak itu, demonstrasi telah berubah menjadi seruan bagi demokrasi lebih luas dan banyak pemrotes telah berjanji akan berjuang terus.

Departemen Luar Negeri AS mengubah saran perjalanannya ke Hong Kong dan memperingatkan bahwa warga negara AS serta pegawai Konsulat telah menjadi sasaran propaganda belum lama ini oleh China "untuk secara palsu menuduh Amerika Serikat menyulut kerusuhan".

Secara keseluruhan, tingkat risiko masih berada di titik kedua terendah dari empat tingkat, setelah dinaikkan pada 7 Agustus untuk mencerminkan peningkatan kerusuhan.

(Reuters/ard)