Jepang Ubah Cara Penulisan Nama dalam Huruf Latin

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 23:59 WIB
Jepang Ubah Cara Penulisan Nama dalam Huruf Latin Bendera Jepang di depan Memorial Hiroshima. (REUTERS/Kimimasa Mayama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang berencana mengubah cara penulisan nama dalam bahasa Latin. Perubahan itu dilakukan setelah lama menerapkan cara penulisan nama seperti budaya barat.

Pemerintah Jepang memutuskan untuk menempatkan nama keluarga di awal setiap penulisan.

"Di era globalisasi ini sangat penting untuk mengakui keberagaman bahasa yang diproses setiap manusia. Akan lebih baik pula untuk mengikuti tradisi Jepang ketika menuliskan nama warga Jepang dalam huruf latin," kata Menteri Pendidikan Jepang Masahiko Shibayama dalam jumpa pers di Tokyo seperti dikutip Japan Times pada Senin (9/9).



Shibayama mengusulkan gagasan itu dan ternyata mendapat dukungan dari menteri-menteri lainnya dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam sebuah rapat pada Jumat pekan lalu.

Selain Shibayama, Menteri Luar Negeri Taro Kono yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat juga mendukung gagasan serupa.

[Gambas:Video CNN]

Ia merujuk pada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in yang tetap menuliskan namanya dalam huruf latin sesuai dengan tulisan budaya negaranya masing-masing.

Kepala Staf Kabinet Pemerintahan Abe, Yoshihide Suga, menuturkan gagasan perubahan penulisan nama ini masih perlu dimatangkan. Pemerintah, paparnya, akan mempercepat pembahasan rencana tersebut.


Suga mengaku bersedia Ketika ditanya wartawan apakah ia mau jika namanya ditulis sebagai Suga Yoshihide.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan, Budaya, Olahraga, dan Teknologi akan memutuskan apakah akan meminta sektor swasta untuk mengikuti perubahan itu.

Dilansir Japan Times, sejumlah pengkritik berdebat apakah perubahan ini perlu dilakukan. Selain itu, pemerintah juga dinilai belum mengetahui reaksi publik terkait rencananya itu.


Selama ini, warga Jepang selalu menulis nama mereka terlebih dahulu sebelum nama keluarga dalam huruf latin. Praktik itu sudah berlangsung sejak abad ke-19 lantaran banyaknya pengaruh budaya barat.

Wacana perubahan cara penulisan ini sebenarnya telah terjadi sejak 2000 lalu. Saat itu, Lembaga Budaya Jepang meminta instansi-instansi pemerintahan, sekolah, dan universitas, hingga kantor media di Jepang untuk menerapkan aturan penulisan nama tersebut namun tidak signifikan. (rds/dea)