Gara-gara Kabut Asap, Sekolah di Malaysia Diliburkan

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 20:51 WIB
Gara-gara Kabut Asap, Sekolah di Malaysia Diliburkan Ilustrasi kabut asap. (REUTERS/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Pendidikan Kota Sarawak, Malaysia meminta sekolah-sekolah ditutup sementara menyusul memburuknya udara akibat kabut asap kebakaran hutan di wilayah itu.

Dilansir dari The Star, Senin (9/9), Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia melebihi angka 200, akibat kebakaran lahan di wilayah tersebut yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.


Para kepala sekolah diminta melapor ke dinas pendidikan kabupaten masing-masing perihal penutupan tersebut.


"Sekolah-sekolah dapat kembali dibuka ketika API telah berada di bawah 200," demikian pernyataan Departemen Pendidikan Kota Sarawak.

Departemen menyatakan langkah tersebut tertuang dalam surat edaran Kementerian Pendidikan Malaysia per tanggal 15 Januari 2019 tentang kesehatan dan keselamatan siswa di wilayah kritis terdampak kabut.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu para orangtua khawatir kabut yang mengelilingi kota Sarawak akan berdampak pada pelaksanaan Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR).

Namun, surat edaran Departemen Pendidikan memastikan ujian sekolah tetap dilakukan sesuai jadwal. Hanya saja, dewan pengujian akan menunda ujian jika indeks API mencapai lebih dari 300.


Selama kondisi berkabut para siswa diminta menggunakan masker dan minum air putih lebih banyak.

Hingga Senin sore waktu setempat, dua wilayah di Sarawak terpantau dengan indeks pencemaran udara di atas 200, yakni Sri Aman (248) dan Kuching (245).

Lima kasus kebakaran lahan baru dilaporkan terjadi pada Minggu (8/9) kemarin, sehingga total kasus kebakaran mulai 1 September menjadi 124 kasus.


Asisten direktur Departemen Kebakaran dan Penyelamatan, Tiong Ling Hii mengatakan anggotanya masih melakukan upaya pemadaman di delapan lokasi.

Ia menyebut ada beberapa titik kebakaran, termasuk di Jalan Camar dan Kampung Pinggan Jaya yang diduga menjadi penyebab kebakaran yang dilakukan oleh petani untuk membuka lahan. (fls/dea)