Badai Humberto Ancam Pemulihan Bahama dari Dorian

CNN Indonesia | Sabtu, 14/09/2019 14:13 WIB
Badai Humberto Ancam Pemulihan Bahama dari Dorian Kepulauan Bahama terancam semakin sulit pulih dari Dorian karena badai baru, Humberto, akan segera datang. (REUTERS/Dante Carrer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepualuan Bahama bagian utara terancam semakin sulit pulih dari hantaman badai Dorian pekan lalu mengingat badai tropis baru bernama Humberto akan melewati kawasan tersebut Sabtu (14/9).

National Hurricane Centre mengumumkan ancaman badai tropis baru itu setelah muncul peringatan awal pada Jumat (13/9) berupa depresi siklon tropis yang semakin kuat sedang menuju kepulauan tersebut.

Badai Humberto diperkirakan akan menguat dan bergerak amat dekat dengan kawasan barat laut Bahama pada Sabtu (14/9). Setelahnya, badai itu akan berpindah ke Florida usai akhir pekan.


Badai Dorian yang menyerang pada pekan lalu telah memporakporandakan kawasan tersebut, dengan Bahama Besar dan Abaco menjadi daerah paling terdampak.


Carl Smith, juru bicara Bahamian National Emergency Management Agency (NEMA) memperingatkan badai ini dapat memiliki dampak pada pemulihan kawasan tersebut dari badai Dorian.

"Cuaca akan melambatkan logistik," kata Smith dalam konferensi pers di ibu kota Nassau. "Bahan bakar dan ketersediaan air menjadi kebutuhan mendesak di Abaco,"

NHC mengatakan Humberto memiliki kecepatan angin mencapai 64 kilometer per jam, dan diperkirakan mampu menjadi badai besar dalam dua sampai tiga hari.

Direktur Departemen Meteorologi Trveor Basden mengatakan angin dengan kecepatan 100 kilometer per jam diperkirakan akan menghantam bersamaan dengan Humberto.

Selain itu, angin kencang tersebut bakal diiringi oleh hujan lebat pada daerah-daerah yang sudah jenuh air.

Pengumuman tersebut datang setelah kawasan Bahama hancur akibat Dorian, badai kategori lima. Sekertaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, usai menjenguk Bahama, bahwa 75 persen bangunan di kawasan itu hancur akibat Dorian.


"Banyak rumah sakit rusak, atau terlalu penuh," katanya dalam kicauan di Twitter. "Sekolah telah menjadi puing. Ribuan orang membutuhkan makanan, air, dan tempat berteduh,"

Terkait Dorian, NEMA mengatakan angka kematian naik dari 50 menjadi 52. Namun, pemerintah setempat menduga jumlah itu akan meningkat signifikan seiring dengan pembersihan yang dilakukan.

Mantan perdana menteri Hubert Ingraham mengatakan pada awal pekan lalu bahwa ia khawatir jumlah kematian akibat Dorian bisa mencapai ratusan orang.

Juru bicara NEMA, Smith menyebut sekitar 1.300 orang belum ditemukan.

Ia menyebut sebanyak 71 orang bertahan di pengungsian di Pulau Bahama Besar dan 2.037 berada di pengungsian di New Providence, lokasi ibukota Nassau berada.

(AFP/end)