Turki Tuntaskan Pengiriman Rudal S-400 dari Rusia, Aktif 2020

CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 12:01 WIB
Turki Tuntaskan Pengiriman Rudal S-400 dari Rusia, Aktif 2020 Sistem rudal S-400 buata Rusia. (STR/POOL/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pengiriman tahap kedua sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia telah rampung, Minggu (15/9). Sistem rudal itu rencananya siap digunakan pada April 2020.

Dikutip dari Reuters, saat ini Turki tengah melatih personel yang akan mengoperasikan S-400.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusglu dalam wawancara dengan CNN meyakini S-400 akan tetap diaktifkan meski Amerika Serikat berulang kali memperingatkan.



"Mereka (pejabat AS) mengatakan kepada kami 'jangan aktifkan, mereka dan kami bisa menyelesaikannya', tetapi kami mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak membeli sistem ini sebagai alat bantu," kata Cavusoglu.

Meski demikian, menurut Cavusglu, Turki tetap membuka kemungkinan untuk membeli sistem pertahanan Patriot buatan AS.

[Gambas:Video CNN]

Presiden Tayyip Erdogan mengaku akan membahas pembelian rudal Patriot dengan Presiden Donald Trump bulan ini.

Dia meyakini hubungan baiknya dengan Trump dapat mengatasi konflik antara kedua negara terkait pembelian S-400.

Pemerintahan Trump sebelumnya mengaku sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada Turki terkait pembelian sistem S-400. Akan tetapi hingga kini tidak ada keputusan yang dibuat.


Pembelian S-400 memang menjadi polemik dalam hubungan AS dan Turki. Pejabat AS menganggap pembelian sistem pertahanan rudal ini "sangat problematik" karena dapat berdampak pada program kerja sama kedua negara.

AS dan negara-negara anggota NATO khawatir sistem radar dalam S-400 dapat melacak jet F-35 sehingga nantinya akan sulit menghindari senjata Rusia.

Sebagai buntut kekecewaan atas pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia, AS membatalkan kontrak pembelian jet F-35 dengan Turki.


Pemerintah Turki pun dilaporkan tengah berunding kembali dengan Rusia untuk membahas kemungkinan membeli jet tempur siluman Sukhoi Su-57 dan Su-35, setelah gagal membeli jet tempur mutakhir F-35 dari AS. (dea)