Dua Penerjun Payung Nyaris Ditabrak Jet Tempur AS

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 20:24 WIB
Dua Penerjun Payung Nyaris Ditabrak Jet Tempur AS Ilustrasi terjun payung. (Pixabay/skeeze)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua penerjun payung nyaris ditabrak dua jet tempur Amerika Serikat yang melaju dengan kecepatan hampir 350 mph di wilayah udara Inggris.

Insiden itu terjadi pada 17 April lalu, namun baru diungkap pekan ini. Saat itu jet tempur AS sedang melakukan latihan militer bersama.

CNN melaporkan Kamis (12/9), para penerjun payung yang belum diidentifikasi itu terjun bebas sekitar 120 mph ketika dua jet F-15 lewat di bawah mereka.



Laporan Dewan Airprox Inggris menyebut peristiwa tersebut terekam oleh kamera aksi yang melekat pada helm salah satu penerjun.

Meski demikian penyelidik tidak dapat menentukan dengan pasti seberapa dekat F-15 dengan para penerjun.

Penerjun payung lepas landas dari lapangan terbang Chatteris di Cambridgeshire, sementara jet berangkat dari pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Lakenheath, Suffolk, markas bagi Fighter Wing Angkatan Udara AS ke-48.


Kondisi cuaca bagus dan laporan itu menyatakan bahwa para penerjun memiliki jarak pandang 10 kilometer, sedangkan pilot memiliki pandangan yang jelas sejauh 50 kilometer.

Seharusnya, zona jatuhkan parasut yang ditentukan ditandai pada grafik penerbangan yang artinya wajib bagi operator pesawat udara untuk mengetahui bahwa penerjun dapat berada dalam penerbangan.

Menurut laporan itu, pangkalan RAF setiap pagi menerima telepon dari Chatteris untuk memberi tahu mereka tentang segala kegiatan.

Akan tetapi, salah satu pilot mengatakan kepada penyelidik bahwa dia tidak menyadari saat itu Chatteris terbuka untuk penerjun dan tidak ada informasi yang disampaikan oleh kontrol lalu lintas udara (ATC).

Menurut laporan itu, seharusnya tidak boleh demikian, dan sejak itu langkah-langkah telah diambil untuk mencegah insiden terulang kembali.


Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya gangguan komunikasi yang disebabkan beratnya beban kerja petugas kontrol lalu lintas udara Lakenheath. (dea)