Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) melaporkan bahwa kualitas udara kembali ke tingkat tidak sehat setelah Indeks Standar Polutan (PSI) di barat dan selatan negara itu menembus angka 102.
Sementara itu, PSI di timur Singapura mencapai 93, disusul 92 di utara, dan 91 di kawasan pusat Negeri Singa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan perkiraan kualitas udara seperti ini dalam 24 jam, warga yang sehat harus mengurangi kegiatan fisik di luar ruangan," tulis NEA sebagaimana dikutip Channel NewsAsia.
Sementara itu, pemerintah Singapura juga mengaktifkan satuan tugas untuk mengatasi dan mengantisipasi dampak kabut asap.
Pemerintah Singapura mengambil langkah-langkah ini setelah pada akhir pekan lalu PSI di negara mereka menembus tingkat tidak sehat untuk pertama kalinya sejak Agustus 2016 lalu akibat kabut asap dari Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Di tengah kemelut kabut asap ini, Singapura pun menawarkan bantuan untuk menanggulangi karhutla di Indonesia.
"Seperti biasa, kami siap membantu memadamkan api di lapangan. Singapura sudah menawarkan bantuan pemadam kebakaran teknis ke Indonesia dan siap mengerahkan mereka jika diminta oleh Indonesia," ujar Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli. (has)