Kasus Pelecehan Seks, Eks Bendahara Vatikan Kembali Banding

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 19:33 WIB
Kasus Pelecehan Seks, Eks Bendahara Vatikan Kembali Banding Mantan Bendahara Vatikan, George Pell. (AAP Image/David Crosling/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Bendahara Vatikan, George Pell, kembali mengajukan banding usai divonis bersalah dalam kasus pelecehan seksual terhadap dua anak anggota paduan suara. Langkah hukum itu dia ajukan melalui Mahkamah Agung Australia pada Selasa (17/9).

Dilansir Associated Press, Mahkamah Agung membenarkan bahwa mereka telah menerima dokumen pengajuan banding setelah Pengadilan Negara Bagian menolak. Dokumen tersebut memuat permohonan banding sebanyak 12 halaman kepada tujuh hakim agar permohonannya dipertimbangkan.


Pengajuan banding ini merupakan kesempatan terakhir bagi Pell untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah, meskipun tidak ada jaminan bahwa para hakim akan mendengarkannya.


Hal ini dikarenakan pengadilan hanya akan mendengarkan satu dari sepuluh banding yang diajukan, sehingga pihak pengacara Pell harus membujuk seorang dari hakim agung agar semuanya mau mendengarkan memori banding tersebut.

Selain itu, Pengadilan Tinggi hanya akan mendengarkan kasus-kasus tertentu yang menimbulkan pertanyaan hukum terkait kepentingan masyarakat luas atau melibatkan konflik antar pengadilan yang berbeda.

Mantan petinggi Vatikan tersebut terbukti melakukan pelecehan seksual dua anak berusia 13 tahun di Katedral St. Patrick, Melbourne pada akhir 1990-an.


Akibatnya, ia dihukum penjara selama enam tahun setelah ia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Banding Negara Bagian Victoria pada Desember 2018. Ia juga dicopot dari keanggotaan pejabat Dewan Kardinal Paus Fransiskus di Vatikan.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban memberikan kesaksian. Sedangkan satu korban lainnya lebih dulu meninggal akibat overdosis heroin pada 2014 lalu.

"Saya hanya berharap bahwa semuanya telah selesai," kata salah satu korban setelah Pell kalah dalam banding.

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan pendeta dan cara Gereja Katolik menangani kasus sejenisnya di seluruh dunia memicu perdebatan tentang sikap Vatikan pada masa kepemimpinan Paus Fransiskus.

[Gambas:Video CNN]

Berbagai kasus yang menyangkut para pendeta telah terjadi selama beberapa tahun terakhir, di antaranya di Chile, Australia, Perancis, dan Amerika Serikat. (fls/ayp)