Benny Wenda Desak Australia Kecam Indonesia soal Papua

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 18:36 WIB
Benny Wenda Desak Australia Kecam Indonesia soal Papua Tokoh separatis Papua, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, mendesak pemerintah Australia turun tangan mengutuk "tindakan keras" Indonesia baru-baru ini terhadap demonstran di Papua.

Benny menuturkan Australia harus menghentikan perbuatan Indonesia yang berisiko membuat Papua menjadi tragedi "Timor Timur selanjutnya".

Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi SBS News melalui sambungan telekonferens, Benny menuturkan situasi di Papua Barat saat ini "sangat mirip" dengan perjuangan Timor Leste untuk memerdekakan diri dari Indonesia pada 20 tahun lalu.



"Itu lah sebabnya saya menyerukan intervensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena saya tidak ingin ini (Papua) berakhir seperti Timor Timur," kata Benny dalam wawancaranya pada Selasa (3/9).

"Saya harap Perdana Menteri Australia akan membuat pernyataan terkait situasi saat ini (di Papua). Kami butuh Australia untuk turun tangan dan membuat pernyataan publik terkait krisis kemanusiaan di Papua Barat," ucapnya melanjutkan.

Selain kepada pemerintah Australia, Benny juga meminta seluruh warga Negeri Kanguru untuk turut mendukung perjuangan warga Papua Barat untuk merdeka seperti mereka mendukung Timor Leste dahulu.

[Gambas:Video CNN]

"Apa yang terjadi adalah Indonesia melakukan genosida dan ini adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Berapa orang yang harus terbunuh sampai PBB mau turun tangan datang ke Papua Barat dan melihat apa yang terjadi," kata Benny.

Hingga berita diturunkan, Kedutaan Australia di Jakarta belum menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com terkait tanggapan pemerintah Australia terhadap situasi di Papua, maupun soal pernyataan Benny Wenda.


Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, hanya menuturkan Canberra "mengakui kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia terhadap Provinsi Papua."

"Posisi kami jelas tergambarkan dalam Perjanjian Lombok antara Indonesia-Australia," bunyi pernyataan Kemlu Australia tersebut.

Perjanjian Lombok atau Lombok Treaty berisikan perjanjian kerja sama keamanan antara Jakarta-Canberra yang diteken pada 2006 silam.


Traktat itu menegaskan kewajiban keamanan bagi masing-masing negara yang harus dilakukan. (rds/dea)