Bentrok dengan Nelayan Korea Utara, Pasukan Rusia Luka-luka

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 11:52 WIB
Bentrok dengan Nelayan Korea Utara, Pasukan Rusia Luka-luka Ilustrasi tentara Rusia. (Reuters/Eduard Korniyenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 80 nelayan Korea Utara ditahan setelah terlibat bentrok dengan pasukan penjaga pantai Rusia (FSB) di Laut Jepang atau Laut Timur, Selasa (17/9). Bentrokan itu turut melukai tiga pasukan FSB.

Melalui pernyataan, FSB mengatakan pasukannya mengamati pergerakan dua kapal nelayan dan 11 kapal motor saat berpatroli di wilayah perairan Rusia di Laut Jepang atau Laut Timur.

Lembaga keamanan yang mengontrol perbatasan dan perairan itu menuturkan awak kapal yang lebih besar tiba-tiba menyerang petugas penjaga pantai yang menaiki kapal.



"Tiga petugas mengalami cedera dengan berbagai tingkat keparahan. Dua kapal penangkap ikan dan lebih dari 80 warga Korut ditahan. Kegiatan pemburu liar Korut telah digagalkan," bunyi pernyataan FSB kepada kantor berita TASS yang dikutip AFP, Selasa (17/9).

Akibat insiden ini, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil pelaksana tugas Duta Besar Korut di Moskow untuk meminta penjelasan.

[Gambas:Video CNN]

Moskow mengungkapkan "kekhawatiran yang serius" terkait bentrokan tersebut.

"Kami menuntut pihak Korut untuk mengambil langkah-langkah tegas dengan tujuan mencegah insiden seperti itu terulang lagi di masa depan," bunyi pernyataan Kemlu Rusia.


Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Pasukan penjaga pantai Rusia kerap menahan nelayan Korut di perairan timur jauh negaranya. Banyak dari para nelayan itu melaut hanya menggunakan perahu kayu yang belum sempurna.

Perselisihan hak penangkapan ikan di Laut Jepang atau Laut TImur memang sering terjadi. Perairan itu dikelilingi oleh Jepang, Rusia, Korut, dan juga Korea Selatan.


Pada Juli lalu, Korut membebaskan kapal penangkap ikan Rusia dan 15 awak kapalnya, serta dua nelayan Korsel karena memasuki wilayah perairannya. (rds/dea)