Foto ini langsung menjadi buah bibir setelah dipublikasikan oleh majalah Time pada Rabu (18/9), hanya berselang sepekan menjelang pemilihan umum di mana partai Trudeau, Liberal, bersaing ketat dengan Partai Konservatif pimpinan Andrew Scheer.
Dalam foto hitam putih itu, Trudeau terlihat mengenakan jubah, lengkap dengan turban di kepalanya. Namun, dalam foto yang diambil saat Trudeau masih berusia 29 tahun itu sang pemimpin Kanada terlihat menggelapkan warna kulit leher dan tangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya membuat kesalahan ketika masih muda yang saya harap tidak saya lakukan. Andai saja saya tahu lebih baik saat itu, tapi ternyata tidak dan saya mohon maaf mendalam," ucap Trudeau seperti dilansir AFP.
Meski Trudeau sudah meminta maaf, warga Kanada tetap mengkritik dan mempertanyakan keberadaan rasisme di negara tersebut.
Pasalnya, Trudeau saja selama ini dikenal sebagai pemimpin yang selalu menggaungkan kesetaraan. Ia selalu membanggakan bahwa dalam kabinetnya, setidaknya enam orang berlatar belakang Asia dan Afrika.
[Gambas:Video CNN]
Trudeau sendiri merupakan putra mantan perdana menteri Pierre Trudeau, sosok yang disebut-sebut sebagai bapak Kanada modern.
Sejumlah pejabat pun terus melontarkan kritik. Pemimpin Partai Demokratik Baru, Jagmeet Singh, menganggap sikap Trudeau saat masih muda sangat "meresahkan" dan "menyinggung."
"Setiap kami mendengar contoh wajah cokelat atau hitam, otomatis langsung menjadi hinaan terhadap seseorang yang mengalami banyak pengalaman dalam hidupnya," ucap Singh.
Melanjutkan pernyataannya, Singh berkata, "Apa yang disampaikan dari foto itu mengenai apa yang ia pikirkan mengenai orang, yang karena warna kulitnya, menghadapi tantangan dan berjarak dan terganjal dalam hidupnya. Rasisme itu nyata." (has)