Demonstran Hong Kong Rusak Bendera China dalam Unjuk Rasa

CNN Indonesia | Senin, 23/09/2019 15:28 WIB
Demonstran Hong Kong Rusak Bendera China dalam Unjuk Rasa Ilustrasi demonstran Hong Kong. (AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi demonstrasi Hong Kong sudah memasuki pekan ke-16. Pada akhir pekan kemarin, Minggu (22/9), massa pengunjuk rasa memperlihatkan kekecewaan merusak replika bendera China di dalam sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Sha Tin.

Dilansir South China Morning Post, Senin (23/9), aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok demonstran dengan mengambil sebuah replika bendera China, lalu menginjak-injaknya secara bergilir di tengah-tengah pusat perbelanjaan New Town Plaza.


Tidak hanya sampai di situ, para demonstran juga mencorat-coret bendera itu dengan cat hitam bahkan membuangnya di sungai Shing Mun.


Perusakan tidak hanya terjadi pada bendera, tetapi juga hingga bagian dalam area pusat perbelanjaan tersebut. Para pengunjuk rasa menempelkan selebaran anti-pemerintah China di jendela pusat perbelanjaan.

Selain itu, para demonstran mencorat-coret beberapa gerai yang diketahui pro-pemerintah China atau dimiliki oleh perusahaan China. Bahkan puluhan orang ikut merusak mesin reservasi restoran serta menempelkan stiker di bagian depan gerai.


Dikutip dari Associated Press, protes di New Town Plaza awalnya dilakukan secara damai dengan membuat karangan burung dari kertas lipat yang diikat di area tersebut. Selain itu, mereka menyerukan berbagai slogan dan menyanyikan lagu mars dengan iringan musik.

Protes yang telah memasuki bulan keempat itu masih berjalan meski RUU Ekstradisi telah dinyatakan akan dicabut pada awal September lalu. Hal ini dikarenakan empat dari lima tuntutan lain dari para demonstran tidak disetujui pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

Mereka menyatakan bahwa pemerintah China dan Carrie Lam telah melanggar "otonomi tingkat tinggi", dan kebebasan masyarakat yang dijanjikan dari Inggris saat penyerahan Hong Kong kepada China pada 1997 silam.

[Gambas:Video CNN]

Protes ini terus terjadi menjelang perayaan Hari Nasional Republik Rakyat China ke-70 yang jatuh pada 1 Oktober mendatang. (fls/ayp)