Polisi Hong Kong Tembak Gas Air Mata di Pusat Perbelanjaan

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 10:10 WIB
Polisi Hong Kong Tembak Gas Air Mata di Pusat Perbelanjaan Demonstrasi terbaru yang ricuh di Hong Kong memaksa aparat menembakkan gas air mata ke arah massa di Causeway Bay, sebuah distrik perbelanjaan. (AP Photo/Vincent Yu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demonstrasi terbaru yang berlangsung rusuh di Hong Kong memaksa aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa yang berkumpul di Causeway Bay, sebuah distrik perbelanjaan pada Minggu (29/9).

Polisi dilaporkan menembakkan sejumlah gas air mata ke arah pengunjuk rasa di pusat perbelanjaan itu setelah kerumunan massa mengamuk dan mencoba mengepung hingga mencemooh petugas aparat.

Kericuhan itu terjadi ketika aparat kepolisian melakukan penggeledahan hingga serangkaian penangkapan di lokasi tersebut.


Melalui forum di jagad maya, para penyelenggara demo mengajak seluruh demonstran untuk berkumpul di Causeway Bay pada Minggu sore. Di sana mereka berencana menggelar aksi protes "anti-totalitarianisme".
Namun, rencana pedemo tidak berjalan lancar lantaran aparat kepolisian telah menduduki area tersebut sebelum para demonstran berkumpul. Para polisi bahkan melarang para pengunjuk rasa beraksi hingga menangkap sejumlah orang.

Melihat tindakan polisi tersebut, para pedemo mulai mengejek hingga meneriaki petugas dengan slogan "polisi korup" dan "geng triad". Pedemo semakin geram hingga melemparkan botol ke arah petugas.

Aparat pun tak tinggal diam. Mereka menembakkan sejumlah gas air mata ke arah pedemo untuk membubarkan kerumunan.
Para aktivis demonstran memang tengah berupaya memperluas aksi protes mereka menjelang hari jadi China ke-70 tahun pada Selasa pekan ini.

Pada Sabtu (28/9), polisi juga menembakkan gas air mata, semprotan merica, hingga meriam air ke arah pengunjuk rasa yang melemparkan batu serta bom molotov ke sejumlah gedung pemerintah. Puluhan ribu orang dilaporkan turun ke jalan selama Jumat dan Sabtu kemarin.

China memang tengah mempersiapkan perayaan hari jadi dengan menggelar parade militer besar-besaran. Namun, kerusuhan yang berlangsung di Hong Kong dinilai dapat mengancam keberlangsungan acara tersebut.

Aksi solidaritas terhadap Hong Kong bahkan berlangsung hingga ke luar negeri. Berdasarkan data yang dihimpun AFP, unjuk rasa meluas di Australia, di mana 1.000 orang ikut serta dalam aksi di Sydney. Sementara itu, gerakan lainnya mulai menjalar di 40 lokasi di Eropa dan Amerika Utara.

[Gambas:Video CNN]
Dengan kekuatan tersebut, demonstran di Hong Kong mengaku semakin bersemangat walaupun aparat melakukan tindak kekerasan.

Demonstrasi yang berlangsung sporadis dan tak jarang rusuh di Hong Kong ini telah berlangsung hampir empat bulan. Sejak awal Juni lalu, jutaan orang dilaporkan telah turun ke jalan.

Demonstrasi dipicu oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Ekstradisi. Dalam rancangan awal, RUU tersebut memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong diadili di wilayah lain, termasuk China.

Meski Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah resmi mengumumkan pembatalan RUU itu, para pedemo masih belum puas. Kini, tuntutan pengunjuk rasa semakin berkembang mulai dari mendesak Carrie Lam mundur hingga pemisahan Hong Kong dari China. (rds/has)