KILAS INTERNASIONAL

WNI Tertembak hingga Australia Didesak Tangani Ricuh Papua

CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 06:36 WIB
WNI Tertembak hingga Australia Didesak Tangani Ricuh Papua Kabar WNI tertembak di tengah demonstrasi Hong Kong hingga Australia didesak meredakan kerusuhan di Papua meramaikan berita internasional Minggu (29/9). (AFP Photo/Lillian Suwanrumpha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai seorang warga negara Indonesia (WNI) tertembak peluru karet di tengah demonstrasi di Hong Kong hingga Australia didesak membantu meredakan kerusuhan di Papua meramaikan berita internasional pada Minggu (29/9).

1. WNI yang Juga Jurnalis Tertembak Peluru Karet di Hong Kong

WNI yang merupakan jurnalis di Hong Kong, Veby Mega Indah, tertembak peluru karet di dekat matanya saat sedang meliput aksi unjuk rasa di kawasan Wan Chai.


"Seorang WNI perempuan bernama Veby Mega terkena tembakan peluru karet di dekat mata saat sedang melakukan liputan jurnalis aksi demonstrasi di daerah Wan Chai, Hong Kong," kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Ricky Suhendar.

Ricky mengatakan bahwa insiden yang menimpa Veby ini sudah dilaporkan ke Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Retno pun langsung menugaskan KJRI Hong Kong memberikan bantuan kepada Veby.

[Gambas:Video CNN]
KJRI Hong Kong menyatakan bahwa Veby sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan kini kondisinya stabil.

"Saat ini sudah dipindahkan dari ruang intensif opthamology setelah dijahit kelopak matanya yang sobek ke ruangan biasa untuk istirahat. Besok akan dilakukan observasi lanjutan," kata Ricky.

2. Australia Didesak Turun Tangan Setop Kerusuhan di Papua

Selain demo Hong Kong, berita internasional juga diramaikan dengan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dihadiri para kepala negara. Dalam pidatonya, Menlu Vanuatu, Ralph Ragenvanu, meminta Australia membantu menangani konflik di Papua.

"Australia harus meningkatkan kontribusinya secara substansial dalam masalah Papua Barat, terutama karena (Australia) berada di Dewan HAM PBB, (Australia) adalah anggota Forum Kepulauan Pasifik," kata Regenvanu seperti dikutip SBS.

Sebelumnya, Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai Tabimasmas, juga mengecam dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua menyusul kerusuhan terbaru di Wamena pada awal pekan ini.

[Gambas:Video CNN]
Di depan 193 negara anggota PBB, Tabimasmas mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan akses Komisaris Tinggi HAM PBB untuk meninjau situasi sebenarnya di Papua.

Di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB, Menlu Australia, Marise Payne, turut mendesak seluruh pihak untuk "benar-benar menahan diri" untuk tidak memperkeruh situasi di Papua.

3. Pengawal Pribadi Raja Salman Tewas Ditembak

Selain isu Indonesia, berita internasional akhir pekan juga dihebohkan dengan kabar pengawal pribadi Raja Salman dari Arab Saudi, Abdelaziz al-Fagham, tewas ditembak pada Sabtu (28/9).

Badan Pers Saudi (SPA) melaporkan bahwa peristiwa ini terjadi ketika Fagham sedang menerima kunjungan temannya di rumahnya di Jeddah. Saat itu, seorang kenalannya, Mamdouh al-Ali, masuk ke dalam rumah.

"Pembicaraan antara Fagham dan Ali memanas. Ali meninggalkan rumah, kembali membawa senjata dan menembaki Fagham, melukai dua orang lainnya di rumah tersebut, seorang pekerja dari Filipina dan saudara lelaki pemilik rumah," tulis SPA.

Televisi pemerintah, Al-Ekhbariya, melaporkan insiden itu dipicu "perselisihan pribadi." Mereka tak memberikan rincian lebih lanjut terkait alasan atau pemicu perselisihan. (has/has)