Pakar HAM PBB Kritik Klaim Pangeran Saudi Terkait Khashoggi

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 17:53 WIB
Pakar HAM PBB Kritik Klaim Pangeran Saudi Terkait Khashoggi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. (Bryan R. Smith / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakar hak asasi manusia yang juga pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, mengkritik pernyataan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), terkait kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Menurut dia MbS terlihat seolah ingin membuat jarak dengan kejadian itu sehingga seolah-olah dia tidak terlibat.

"Dia hanya mengambil tanggung jawab bersama terhadap tindakan kriminal itu, yang tidak perlu dikatakan lagi," ujar Callamard dikutip AFP, Selasa (1/10).


MbS menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi, tetapi menyatakan bukan sebagai dalang perbuatan itu. Dia mengatakan hal itu dalam acara 60 Minutes, yang ditayangkan di stasiun televisi Amerika Serikat, CBS, pada Minggu (29/9) pekan lalu.


Callamard adalah orang yang ditugaskan PBB untuk melakukan penyelidikan khusus dalam kasus Khashoggi.

Perkara itu belum juga terungkap, menjelang peringatan satu tahun kematian mantan kontributor surat kabar The Washington Post itu.

"Ia (MbS) sedang membuat jarak antara dirinya dan kasus tersebut dengan argumen bahwa dia tidak bertanggung jawab atas semua perilaku yang dilakukan anak buahnya," ujar Callamard.

Callamard mengkritik keras bahwa selama 12 bulan, pemerintah Arab Saudi, termasuk MbS dan sejumlah anak buahnya, telah berdusta kepada masyarakat internasional tentang kejahatan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi sekarang kita harus memegang kata-katanya bahwa, ya, dia punya tanggung jawab bersama tetapi tidak punya tanggung jawab pribadi? Bukan sesuatu yang cukup baik," katanya.

Selain mengkritik MbS, ia juga menyalahkan PBB karena gagal dalam menghukum orang-orang yang membunuh Khashoggi yang gencar mengkritik keluarga kerajaan Arab Saudi.

Terkait hal tersebut, Callamard telah meminta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk meluncurkan penyelidikan kriminal independen. Namun, PBB menyatakan hal tersebut sulit dilakukan jika tidak ada permohonan dari negara anggota.

"Saya belum berpendapat bahwa hal tersebut akan mudah bagi (Guterres) baik secara prosedural maupun politis. Apa yang saya kemukakan adalah jika dia mau dan dia sudah mendapatkan bantuan resmi maupun tidak, dia bisa mencari bantuan hukum untuk melanjutkannya," katanya.


Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) juga melaporkan pembunuhan Khashoggi kemungkinan besar diperintahkan secara pribadi oleh MbS. Akan tetapi, penyidik Arab Saudi telah membebaskannya dan mengatakan bahwa 24 orang yang terlibat pembunuhan tersebut telah ditahan. Lima di antaranya telah dijatuhi hukuman mati. (fls/ayp)