Korut Sebut Tak Akan Ada Dialog Kecuali AS Akhiri Permusuhan

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 09:50 WIB
Korut Sebut Tak Akan Ada Dialog Kecuali AS Akhiri Permusuhan Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un di DMZ, Juni 2019. (Brendan Smialowski / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara mengatakan pihaknya tidak akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat kecuali mereka mengambil langkah untuk mengakhiri permusuhan.

Korea Utara menyampaikan hal itu sehari setelah perundingan di Swedia gagal menemukan kata sepakat soal program denuklirisasi.

"Kami tidak memiliki niat untuk melakukan perundingan yang memuakkan seperti yang terjadi saat ini sebelum AS mengambil langkah besar untuk menghentikan kebijakan permusuhan terhadap DPRK," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Korut dikutip dari AFP.



DPRK adalah nama resmi Korea Utara, yakni Democratic People's Republic of Korea atau Republik Rakyat Demokratik Korea.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kantor berita propaganda Korut, KCNA, juru bicara itu memperingatkan bahwa perundingan mungkin akan segera berakhir jika AS tetap berpegang pada sikap lamanya itu.

"Nasib dialog DPRK-AS di masa depan tergantung pada sikap AS, dan akhir tahun ini adalah batas waktunya," ucap dia.

[Gambas:Video CNN]

Sejatinya, pembicaraan Sabtu lalu itu dilakukan untuk memulai kembali perundingan pelucutan senjata nuklir setelah negosiasi terakhir di antara kedua belah pihak di Vietnam pada Februari lalu tak menghasilkan kesepakatan apapun.

Keduanya sepakat melanjutkan dialog setelah bertemu di perbatasan antara Korut dan Korsel pada Juni lalu.

Sebelum pertemuan di Swedia itu, Korut sempat melanjutkan uji coba rudal termasuk rudal bawah air yang jatuh di dalam kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.


Negosiator Korea Utara meninggalkan perundingan di Swedia karena kecewa dengan kurangnya solusi baru dan kreatif yang ditawarkan oleh Washington.

Perwakilan dari Korea Utara, Kim Miyong Gil membacakan pernyataan di luar Kedutaan Korea Utara di Stockholm, Swedia, usai pertemuan. Kata dia, pertemuan itu tidak memenuhi harapan Korut dan gagal.

Sementara itu Juru bicara Kementerian Dalam Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan pernyataan Kim Miyong Gil "tidak mencerminkan isi atau semangat dari diskusi baik yang berlangsung selama lebih dari delapan setengah jam."


"AS menerima sebuah undangan dari Swedia untuk kembali ke Stockholm dalam dua pekan mendatang untuk melanjutkan pembicaraan," lanjutnya.

Ortagus juga mengatakan bahwa delegasi AS melakukan pratinjau sejumlah inisiatif baru yang akan memungkinkan mereka membuat kemajuan dari masing-masing empat poin pernyataan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura, 2018 lalu. (dea)