Pelaku Penikaman di Paris Diduga Terlibat Gerakan Salafi

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 16:41 WIB
Pelaku Penikaman di Paris Diduga Terlibat Gerakan Salafi Lokasi penikaman di Kota Paris, Prancis. (GEOFFROY VAN DER HASSELT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka penikaman di markas kepolisian Kota Paris, Perancis, pada Jumat pekan lalu dilaporkan diduga terlibat gerakan Islam ultra-konservatif, Salafi. Penyidik juga menyatakan perbuatan pelaku yang merupakan lelaki berusia 45 tahun dan mualaf itu cenderung bermotif teror.

Dikutip dari Associated Press, Senin (7/10), jaksa Jean-Francois Ricard menyampaikan dalam sebuah konferensi pers bahwa pelaku kemungkinan dekat dengan para anggota gerakan Salafi.


Akan tetapi, dia tidak memberikan petunjuk apapun atau menunjukkan kelompok gerakan mana yang dimaksud. Penjelasan terkait seberapa besar keterlibatan atau hubungan pelaku dengan para anggota gerakan Salafi juga tidak dibeberkan.


Klaim adanya keterkaitan penikaman dengan gerakan Salafi mulai muncul sejak para penyidik menyelidiki kasus tersebut. Mereka menyatakan motif serangan itu terkait dengan upaya teror.

Pemerintah Perancis sempat memastikan bahwa serangan tersebut tidak berkaitan dengan kelompok ekstremis, tetapi penyidik menyebutkan bahwa penyerangan tersebut berpotensi sebagai aksi terorisme.

Hal ini diperkuat dengan hasil otopsi yang menunjukkan adanya tindakan kekerasan ekstrem dan penggunaan dua pisau yang dibeli pelaku dalam serangan yang berlangsung selama tujuh menit itu.

Ricard menambahkan meski pelaku belum pernah terbelit urusan hukum, ia pernah dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga sekitar satu dasawarsa lalu.

Pelaku Penikaman di Paris Diduga Terlibat Gerakan SalafiLokasi penikaman di Kota Paris, Prancis. (Bertrand GUAY / AFP)

Hingga hari ini, penyidik telah menahan istri pelaku dengan bukti 33 pesan teks kepada pelaku seputar agama Islam beberapa jam sebelum penyerangan.

Pelaku merupakan tenaga sipil yang telah bekerja untuk kepolisian Paris sejak 2003 dan tidak memiliki rekam jejak gangguan kejiwaan. Ia juga diketahui baru memeluk Islam sekitar 18 bulan lalu.

Sebanyak tiga polisi dan seorang staf tewas dalam kejadian itu. Bersenjata pisau dapur, pelaku awalnya menyerang tiga aparat di dalam gedung dan seorang wanita yang tengah berdiri di tangga.

Seorang perwira polisi mencoba mengadang pelaku di halaman gedung dan memerintahkannya menjatuhkan pisau. Karena pelaku melawan, aparat menembak kepalanya hingga tewas.

[Gambas:Video CNN]

Pelaku dilaporkan bekerja sebagai teknisi. Seorang sumber menuturkan kepada AFP bahwa pelaku berasal dari Martinique, wilayah milik Prancis di Kepulauan Karibia. Pria paruh baya itu juga dikabarkan merupakan tuna rungu. (fls/ayp)