Demo Rusuh di Irak Makan Korban, Militer Akui Berlebihan

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 07:43 WIB
Demo Rusuh di Irak Makan Korban, Militer Akui Berlebihan Demo rusuh di Irak. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Irak mengakui terlalu berlebihan dalam menghadapi demonstran yang melakukan unjuk rasa di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir ini. Demonstrasi berakhir rusuh sejak Selasa pekan lalu itu telah memakan lebih dari 100 korban jiwa.

Sebanyak 13 orang tewas dalam bentrokan terbaru antara pedemo dan pasukan keamanan.


"Kami telah menggunakan kekuatan berlebihan di luar aturan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini," kata militer dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Senin (7/10).


Ini adalah kali pertama pasukan keamanan mengakui kesalahan sejak gelombang protes pecah. Para pengunjuk rasa juga menuduh pasukan keamanan melepaskan peluru untuk membubarkan massa.

Ribuan demonstran telah turun ke jalan dan menyebar ke kota-kota lain di selatan Irak untuk memprotes korupsi, kegagalan memenuhi layanan publik serta pengangguran.


Komisi Tinggi HAM Irak mencatat hampir 4.000 orang telah terluka dalam aksi unjuk rasa warga menuntut pekerjaan, perbaikan listrik, air dan layanan lain, di negara kaya minyak ini.

Sementara itu, dikutip dari AP, dalam pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saad Maan mengatakan bahwa total 104 orang tewas dalam enam hari demonstrasi yang berujung kerusuhan, termasuk delapan di antaranya anggota pasukan keamanan. Sedangkan lebih dari 6.000 orang terluka.

[Gambas:Video CNN]

Untuk meredam aksi, Pemerintah Irak menerapkan larangan berpergian keluar layaknya jam malam di Ibu Kota Baghdad. 

Dalam pernyataan yang dibagikan kepada wartawan pada Senin pagi, militer Irak mengatakan bahwa Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi telah memerintahkan "semua unit tentara untuk mundur dari Kota Sadr untuk digantikan dengan unit polisi federal."
Demo rusuh di Irak. (AP Photo/Hadi Mizban)

Dia meminta semua kekuatan untuk mematuhi aturan yang berlaku dalam menangani aksi unjuk rasa.

Dalam pidatonya kepada para pemrotes pekan lalu, Abdel Mahdi menegaskan pasukan keamanan bertindak "dalam standar internasional" dalam merespons demonstrasi. (dea)