Kilas Internasional

Benny Wenda Siap Bertemu Jokowi hingga PBB Terancam Bangkrut

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 06:34 WIB
Benny Wenda Siap Bertemu Jokowi hingga PBB Terancam Bangkrut Tokoh separatis Papua, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh separatis Papua Benny Wenda siap bertemu Presiden Jokowi hingga PBB terancam kehabisan uang pada akhir Oktober karena mengalami defisit anggaran sebesar US$230 juta atau Rp3,2 triliun meramaikan berita internasional pada Selasa (8/10).

1. Tokoh Separatis Papua Benny Wenda Siap Bertemu Jokowi

Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, menyatakan siap bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, tokoh separatis Papua itu mengajukan sejumlah syarat untuk dipenuhi.


Salah satu persyaratan yang ditetapkan Benny adalah pertemuan itu harus membahas "tuntutan lama rakyat Papua Barat untuk menggelar referendum kemerdekaan atau penentuan nasib sendiri."



2. FBI Ungkap Pembunuhan Berantai Tersadis, Habisi 93 Perempuan

Seorang narapidana di Amerika Serikat mengaku telah membunuh lebih dari 90 wanita di berbagai wilayah AS. Dia mengatakan telah mencekik semua korbannya.


Dikutip dari Associated Press, pria bernama Samuel Little itu kini tengah menjalani hukuman seumur hidup di California. Dia berada di balik jeruji besi sejak 2012. Biro Investigasi Federal (FBI) menganggap Little sebagai pembunuh berantai paling sadis di AS.

3. Defisit Anggaran Rp3,2 T, PBB Terancam Bangkrut Akhir Oktober

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menuturkan organisasinya terancam kehabisan uang pada akhir Oktober karena mengalami defisit anggaran sebesar US$230 juta atau Rp3,2 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Dalam surat yang disebarkan ke sekitar 37 ribu pegawai  di sekretariat PBB, Guterres menuturkan pihaknya terpaksa menerapkan "langkah-langkah untuk meminimalisir kesenjangan" yang belum ditentukan demi memastikan gaji dan hak para karyawan tetap terpenuhi. (dea/dea)