KILAS INTERNASIONAL

Penyandera WNI Minta Tebusan hingga Protes Berdarah di Irak

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 06:33 WIB
Penyandera WNI Minta Tebusan hingga Protes Berdarah di Irak Ilustrasi. (Istockphoto/cyano66)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai kelompok penculik tiga warga negara Indonesia (WNI) meminta tebusan hingga protes berdarah yang merenggut nyawa puluhan orang di Irak meramaikan berita internasional pada Kamis (3/10).

1. Kelompok Penculik Tiga Nelayan WNI Minta Tebusan

Salah satu keluarga dari tiga nelayan Indonesia yang baru-baru ini diculik di perairan Sabah, Malaysia, disebut dikontak oleh kelompok penculik untuk meminta uang tebusan.


Komisioner Kepolisian Sabah, Datuk Omar Mammah, mengatakan berdasarkan keterangan pemerintah Filipina, kelompok bersenjata yang menculik ketiga WNI itu telah mengontak keluarga beberapa hari setelah peristiwa penyanderaan.

"Tapi kami belum diberitahu berapa jumlah tebusan yang mereka (penyandera) minta," kata Omar seperti dikutip The Star pada Kamis (3/10).

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Joedha Nugraha, mengatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait tuntutan tebusan itu dari pihak berwenang Malaysia dan Filipina.

Penculikan terjadi pada 23 September lalu ketika tiga nelayan Indonesia yang bernama Maharudin Lunani, anak Muharudin yakni Muhammad Farhan, dan anak buah kapal lainnya bernama Samiun Maniu, melaut menggunakan kapal pukat di perairan Lahad Datu, Sabah.

2. Seluruh WNI Korban Jembatan Ambruk di Taiwan Dapat Santunan

Keluarga tiga warga negara Indonesia yang tewas akibat insiden jembatan ambruk di Taiwan dilaporkan akan mendapatkan santunan.

Perusahaan pengelola pelabuhan Taiwan, Taiwan International Ports Corporation Ltd. (TIPC), dilaporkan akan memberikan santunan bagi keluarga korban tewas hingga US$160,857 atau sekitar Rp2,27 miliar.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka mendapatkan santunan sebesar US$322 sampai US$1159 atau sekitar Rp4,5 juta sampai Rp16,4 juta.

Sedangkan untuk yang mengalami luka-luka mendapatkan santunan sebesar US$322 sampai US$1159 (sekitar Rp4,5 juta sampai Rp16,4 juta).

3. Aksi Protes di Irak Menewaskan 28 Orang, Ribuan Terluka

Selain sejumlah kabar WNI di luar negeri, berita internasional juga ramai dengan isu unjuk rasa yang kian memanas di Irak hingga menewaskan setidaknya 28 orang pada Kamis (3/10).

Para korban tewas akibat bentrok dengan polisi antihuru-hara di tengah demonstrasi yang digelar untuk melampiaskan amarah pengunjuk rasa terhadap korupsi, pengangguran, dan layanan buruk oleh pemerintah di bawah Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.

[Gambas:Video CNN]
Saat senja, massa aksi bertambah di sekitar kementerian perminyakan dan industri ibu kota. Mereka menyatakan akan mendatangi Lapangan Tahrir yang dijadikan simbol ibu kota.

Sebagian besar demonstran membawa bendera Irak, sementara yang lain mengibarkan bendera bertuliskan nama Hussein, cucu Nabi Muhammad dan tokoh yang dihormati dalam Islam Syiah.

Polisi antihuru-hara dan pasukan militer menembakkan senjata otomatis yang dipasang pada kendaraan militer ke arah tanah hingga peluru memantul ke massa. Para demonstran yang terluka kemudian dilarikan ke rumah sakit. (has/has)