AS, Jepang, dan Korsel Bahas Denuklirisasi Korut yang Buntu

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 13:35 WIB
AS, Jepang, dan Korsel Bahas Denuklirisasi Korut yang Buntu Ilustrasi rudal Korea Utara. (Jung Yeon-je / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Utusan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menggelar pertemuan di Washington untuk membahas kejelasan proses pelucutan senjata nuklir (denuklirisasi) milik Korea Utara pada Selasa (8/10) kemarin.

Kementerian Luar Negeri AS menuturkan utusan khusus Gedung Putih untuk Korut, Stephen Biegun, yang mewakili Negeri Paman Sam dalam pertemuan dengan utusan Tokyo dan Seoul tersebut.


"Ketiganya menekankan kembali pentingnya melanjutkan koordinasi intensif terkait Kora Utara untuk mencapai denuklirisasi secara menyeluruh," bunyi pernyataan Kemlu AS seperti dikutip AFP pada Rabu (9/10).


Pertemuan ketiga utusan itu dilakukan beberapa hari setelah negosiasi antara AS-Korut soal pelucutan senjata nuklir gagal mencapai kesepakatan di Swedia.

Sejak itu, Korut menuturkan "tidak memiliki niat" untuk melanjutkan negosiasi dengan AS jika Negeri Paman Sam tak mengakhiri tindakan permusuhan terhadap negaranya.

Korut bahkan keluar dari ruang perundingan dan mengatakan bahwa pihaknya kecewa atas pertemuan tersebut.

Pyongyang menyebut Washington sangat minim "solusi baru dan kreatif" dalam pertemuan itu. Namun, AS mengklaim pertemuan itu berjalan dengan baik.

[Gambas:Video CNN]

Washington bahkan menyebut kedua belah pihak bersedia untuk kembali berunding lagi bulan ini.

Pertemuan di Swedia dilakukan beberapa bulan setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un di Vietnam pada Februari lalu tak membuahkan hasil.

Keduanya masih berselisih pendapat terkait sanksi yang diterapkan kepada Korut. Di satu sisi, Trump masih ingin menerapkan sanksi terhadap Korut sampai negara itu benar-benar melucuti senjata nuklir sepenuhnya.

Sementara itu, Korut menginginkan AS mencabut sanksi secara bertahap sembari negaranya melucuti senjata nuklir dan program pengembangan rudalnya.


Baru-baru ini, Korut bahkan kembali melakukan uji coba rudal balistik yang dianggap melanggar sanksi internasional. (rds/ayp)