China Usik Etnis Uighur Hingga Liang Kubur

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 17:55 WIB
China Usik Etnis Uighur Hingga Liang Kubur Ilustrasi taman pemakaman etnis Uighur di Xinjiang, China. (Greg Baker / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China dilaporkan menggusur puluhan taman pemakaman milik masyarakat etnis Uighur dalam beberapa tahun terakhir. Diduga hal itu dilakukan sebagai upaya sistematis untuk menghapus jejak sejarah etnis Uighur di Provinsi Xinjiang.

Hal ini diperkuat dengan beberapa foto satelit yang menunjukkan adanya tanda-tanda perusakan puluhan makam di provinsi Xinjiang.


Dilansir dari AFP, Jumat (11/10), sebuah foto menunjukkan setidaknya 45 makam etnis Uighur digali dan diratakan oleh aparat setempat. Ketika lokasi tersebut diamati, proses penggusuran diduga dilakukan serampangan karena ditemukan banyak tulang manusia yang tertinggal dalam tiga lokasi pemakaman.


Sebagian makam bahkan diubah menjadi gundukan tanah.

Pemerintah mengklaim bahwa perubahan tersebut merupakan standarisasi pada makam-makam lama. Namun, sebagian masyarakat telah menduga tindakan ini dilakukan untuk menghilangkan jati diri mereka.

"Ini adalah bagian dari kampanye China dalam menghilangkan petunjuk apapun mengenai jati diri kami secara efektif dan menjadikan kami bagian dari suku China Han. Itulah alasan mengapa mereka menghancurkan semua situs sejarah dan pemakaman ini untuk menjauhkan kami dari sejarah kami dan dari ayah serta leluhur kami," kata salah seorang warga Uighur, Salih Hudayar.

Warga Uighur lainnya berpendapat sikap pemerintah China tersebut jauh lebih mendalam dari sekadar persoalan persekusi agama.

"Ini lebih dalam dari hal itu [persekusi agama]. Jika Anda merusak pemakaman, Anda mencabut apapun yang ada di tanah itu dan apa yang menghubungkannya," ujar etnis Uighur lainnya, Nurgul Sawut.

[Gambas:Video CNN]

Tidak hanya di Xinjiang, penggusuran pemakaman Uighur juga terjadi di sejumlah wilayah. Beberapa pemerintah kota bahkan menyampaikan pemberitahuan kepada ahli waris hanya dua hari sebelum penggusuran.

Jika ahli waris tidak melapor, maka jasad di makam itu bakal dibuang. Bahkan, pemerintah beberapa wilayah di Xinjiang mulai digencarkan supaya etnis Uighur tidak mengubur jenazah, tetapi didesak untuk melakukan kremasi. Hal ini jelas bertentangan dengan kewajiban dalam agama Islam yang dianut sebagian besar etnis Uighur.

Di Prefektur Aksu, makam penyair etnis Uighur, Lutpulla Mutellip, yang menjadi simbol tokoh nasionalis dan patriotik juga digusur.

Makam itu diubah menjadi "Taman Kegembiraan". Taman itu dihiasi dengan berbagai patung panda, permainan anak dan danau buatan.

Taman ini menjadi penanda bahwa makam-makam masyarakat Uighur ikut dipindahkan ke sebuah daerah industri yang terpencil. Penjaga makam Mutellip mengaku tidak tahu keberadaan jasad mendiang saat ini.

Baik pemerintah kota Xinjiang maupun kota Aksu tidak memberikan tanggapan apapun terkait tindakan tersebut.


Kota-kota lain yang mayoritas ditinggali masyarakat Uighur seperti Urumqi dan Shayar juga terkena kebijakan yang sama.

Pemakaman Uighur di dekat bandara internasional di Urumqi turut digusur dengan dalih untuk proyek "rekonstruksi". Sedangkan di Shayar, pemakaman Uighur yang berumur cukup lama digusur dengan alasan "standarisasi".

Pemerintah China diketahui melakukan upaya perusakan makam masyarakat Uighur sejak 2014. (fls/ayp)