Sidang Vonis Separatis Catalonia Picu Bentrokan di Barcelona

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 08:48 WIB
Sidang Vonis Separatis Catalonia Picu Bentrokan di Barcelona Ilustrasi pendukung kemerdekaan Catalonia. (AFP PHOTO / PAU BARRENA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok demonstran pendukung kemerdekaan Catalonia terlibat bentrok dengan anggota polisi Spanyol. Mereka berunjuk rasa selepas sidang vonis terhadap 12 tokoh separatis pada Senin (14/10) malam waktu setempat.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (15/10), lokasi bentrokan berada di beberapa lokasi. Yakni di pusat kota Barcelona dan di luar Bandara El Prat.


Polisi antihuru-hara terlibat baku hantam dengan para demonstran. Mereka juga menembakkan peluru karet ke arah massa.


Menurut Dinas Gawat Darurat (SEM), bentrokan itu mengakibatkan 53 orang luka-luka. Mereka berada di Jalan Josep Tarradellas dan Bandara El Prat.

Demonstran juga memblokir jalur kereta api dengan membakar ban dan kayu. Mereka juga menutup jalan menuju bandara.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes usai sidang vonis terhadap 12 tokoh separatis Catalonia.

[Gambas:Video CNN]

Kemarin, Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan putusan bersalah terhadap 12 mantan politikus dan aktivis kemerdekaan Catalonia, yang mendeklarasikan kemerdekaan wilayah itu pada dua tahun lalu. Hukuman yang dijatuhkan bervariasi.

Hakim agung Spanyol menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada mantan Wakil Presiden Catalonia, Oriol Junqueras. Dia terbukti bersalah melakukan makar dan menyalahgunakan dana masyarakat untuk menggelar referendum.

Ketua Parlemen Catalonia, Carme Forcadell, dijatuhi vonis 11,5 tahun penjara. Kemudian mantan anggota kabinet Catalonia, Joaquim Forn and Josep Rull, masing-masing diganjar hukuman 10,5 tahun penjara.


Dua aktivis pro kemerdekaan Catalonia, Jordi Sánchez and Jordi Cuixart, masing-masing divonis sembilan tahun penjara.

Sedangkan tiga mantan anggota kabinet Catalonia, Santiago Vila, Meritxell Borràs dan Carles Mundó, divonis denda karena terbukti mengganggu ketertiban umum.

Sedangkan tokoh separatis yang juga mantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, bersama tujuh tokoh politik lainnya saat ini lolos dari sidang karena mengasingkan diri di Jerman. Mereka tetap dianggap sebagai buronan oleh pemerintah Spanyol. (ayp/ayp)