Seperti dilansir AFP, Selasa, (15/10), kepolisian menggeledah tiga lokasi di wilayah pinggiran Paris. Mereka menangkap sejumlah orang dalam kegiatan itu.
Salah satu yang ditangkap adalah imam masjid di wilayah Gonesse. Pelaku, Mickael Harpon (45), kerap beribadah di masjid itu setelah menjadi memeluk Islam (mualaf) sejak 10 tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut polisi, imam itu masuk ke dalam daftar orang-orang yang patut diwaspadai.
[Gambas:Video CNN]
Harpon selama ini bekerja sebagai teknisi komputer di kantor polisi itu. Dia tewas ditembak dalam peristiwa penusukan yang menewaskan empat orang itu.
Ideologi radikal yang dianut Harpon diduga didapat dari sang imam. Polisi juga menyatakan Harpon mengakses data intelijen sebelum peristiwa itu.
Penyidik juga menemukan sebuah keping penyimpan data (USB) milik Harpon berisi video propaganda ISIS. Di samping itu ada juga sejumlah data belasan perwira polisi.
Lokasi penusukan di sebuah kantor polisi Prancis. (AP Photo/Kamil Zihnioglu) |
Aksi penikaman itu menimbulkan tanda tanya atas kemampuan kepolisian Prancis karena dianggap gagal mendeteksi rekan kerja mereka yang terindikasi terpapar paham radikal. Apalagi selama ini Prancis dianggap selalu waspada karena sudah beberapa kali terjadi serangan teror.
Meski demikian, sampai saat ini ISIS belum mengklaim penikaman itu. (ayp/ayp)
Lokasi penusukan di sebuah kantor polisi Prancis. (AP Photo/Kamil Zihnioglu)