"[Putin mengundang Erdogan] untuk kunjungan kerja dalam beberapa hari ke depan. Undangan itu sudah diterima," demikian pernyataan kantor Putin yang dikutip AFP, Selasa (15/9).
Menurut kantor kepresidenan Rusia tersebut, Putin menyampaikan undangan ini langsung ketika berbincang dengan Erdogan melalui telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin mengatakan bahwa, "teroris berupaya kabur dan menyusup ke negara-negara tetangga."
"Mereka menyuruh kami mendeklarasikan gencatan senjata. Kami tidak akan mendeklarasikan gencatan senjata," ujar Erdogan sebagaimana dikutip Hurriyet.
Pernyataan ini dilontarkan ketika Wakil Presiden AS, Mike Pence, bersama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bersiap bertolak ke Turki untuk mendesak pendeklarasian gencatan senjata di utara Suriah.
[Gambas:Video CNN]
Pence dijadwalkan bertemu dengan Erdogan pada Kamis (16/10), di mana AS akan melontarkan ancaman "sanksi ekonomi" terhadap Turki sampai resolusi tercapai.
Namun, Erdogan menyatakan bahwa Turki tidak akan bisa menghentikan perlawanan di utara Suriah selama Kurdi yang mereka anggap sebagai teroris masih berkeliaran di daerah perbatasan negara mereka.
"Mereka menekan kami untuk menghentikan operasi tersebut. Kami punya target yang jelas. Kami tidak takut dengan sanksi," tutur Erdogan. (has)