Demo Berujung Rusuh di Chile, Tujuh Orang Tewas

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 09:47 WIB
Demo Berujung Rusuh di Chile, Tujuh Orang Tewas Ilustrasi Kerusuhan. (Istockphoto/erlucho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tujuh orang tewas dalam aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga tiket transportasi umum berujung kerusuhan di Santiago, Chile, Minggu (20/10).

Dikutip AFP, lima orang tewas akibat kebakaran di pabrik garmen di kota Renca, utara Santiago. Pabrik garmen tersebut hangus dibakar oleh para demonstran.


Petugas pemadam kebakaran menyatakan kelimanya ditemukan tewas di lokasi kejadian. "Lima jasad telah ditemukan di dalam pabrik," kata Kepala Pemadam Kebakaran Santiago, Diego Velasquez.

Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan, Andres Chadwick, mengatakan dua korban lainnya tewas terkena tembakan peluru tajam saat bentrok dengan polisi ketika terjadi penjarahan di bagian selatan Santiago.


[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya Chadwick mengonfirmasi tiga wanita tewas dalam kebakaran toko Walmart pada Minggu dini hari. Dua di antaranya meninggal di tempat, sedangkan korban ketiga meninggal di rumah sakit setelah mengalami luka bakar sebesar 75 persen.


Sebanyak 1.462 orang ditahan dalam demonstrasi yang telah berlangsung selama tiga hari itu. Berbagai fasilitas umum seperti bus, stasiun tengah kota, lampu lalu lintas dan pertokoan dilaporkan hancur.

Untuk meredam situasi, Presiden Sebastian Pinera telah menetapkan status darurat dan memberlakukan jam malam. Dia juga mengangkat Mayjen Javier Iturriaga sebagai kepala pertahanan nasional.


Itturiaga mengumumkan jam malam mulai efektif pada pukul 19.00 waktu setempat, tiga jam lebih awal dari jam malam pada Sabtu (19/10) lalu. (fls/dea)