Rusia Sebut Amerika Serikat Mengkhianati Milisi Kurdi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 20:10 WIB
Rusia Sebut Amerika Serikat Mengkhianati Milisi Kurdi Juru Bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov. (AFP Photo/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Rusia menuduh Amerika Serikat mengkhianati milisi Kurdi di wilayah Suriah, dan meninggalkannya sendirian menghadapi gempuran militer Turki.

"Amerika Serikat merupakan sekutu terdekat dari pasukan Kurdi selama beberapa tahun. Pada akhirnya, AS meninggalkan dan mengkhianati pasukan Kurdi. Mereka (AS) lebih memilih meninggalkan pasukan Kurdi di perbatasan serta memaksa mereka untuk melawan Turki," kata juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, Rabu (23/10).


Dikutip AFP, Presiden Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk memulangkan semua pasukan AS dari Suriah pada awal Oktober lalu.


Keputusan itu telah membuka jalan bagi Turki untuk menyerang pasukan Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (YPG) yang dianggap sebagai teroris.

Penyerangan itu telah berlangsung selama beberapa pekan hingga akhirnya militer Turki sempat menghentikan serangan sementara pada 17 Oktober, menyusul mundurnya pasukan Kurdi dari wilayah perbatasan.

[Gambas:Video CNN]

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kemudian meneken kesepakatan di Suriah pada Selasa (22/10) kemarin.

Kesepakatan antara keduanya berisi perjanjian agar milisi Kurdi menarik diri dari berbagai wilayah yang dekat dengan perbatasan Suriah-Turki.


Tidak hanya itu, kesepakatan yang sama juga memberlakukan patroli gabungan Rusia-Turki di sekitar 'wilayah aman' yang dikuasai Turki di Suriah. (fls/ayp)