Keputusan ini termaktub dalam dekrit raja pada Rabu (23/10) yang berisi keputusan Salman untuk mengisi posisi menteri luar negeri dengan Faisal bin Farhan Al-Saud.
Dekrit yang dikutip Badan Pers Saudi (SPA) tersebut tak menjabarkan lebih lanjut alasan penggantian menlu ini. Namun pada 2017 lalu, aparat sempat menahan Assaf dalam satu operasi anti-korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan yang dilakukan di gedung Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul ini pun dianggap sebagai krisis diplomatik terbesar bagi Riyadh setelah tragedi 11 September.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, kini Saudi juga sedang menyusun langkah untuk menghadapi ketegangan dengan Iran. Relasi kedua negara kembali memanas setelah Houthi, kelompok pemberontak di Yaman yang didukung Iran, menyerang kilang minyak terbesar di Saudi.
Iran sendiri terus membantah tudingan bahwa mereka merupakan dalang di balik serangan tersebut. Namun, Amerika Serikat mengklaim punya bukti bahwa serangan rudal tersebut tidak diluncurkan dari Yaman. (has)