Dewan AS Gelar 'Voting' Prosedur Pemakzulan Trump pada Kamis

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 04:43 WIB
Dewan AS Gelar 'Voting' Prosedur Pemakzulan Trump pada Kamis Presiden AS Donald Trump. (Alastair Pike / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan AS akan menggelar pemungutan suara Kamis ini untuk memutuskan resolusi guna memformalkan upaya penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump

Resolusi tersebut akan menjadi langkah pertama yang akan diambil oleh Dewan Perwakilan AS dalam pemakzulan Trump. Sebelumnya, dewan tidak memilih untuk secara resmi mengesahkan resolusi penyelidikan pemakzulan Trump awal bulan ini.

Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dalam suratnya mengatakan secara hukum sebenarnya resolusi tidak diperlukan. Tetapi langkah tersebut perlu dilakukan DPR demi mencegah pemerintahan Trump menyembunyikan atau dokumen yang diperlukan untuk penyelidikan.


Langkah tersebut juga diperlukan untuk mencegah pemerintahan Trump menghalangi saksi, mengabaikan panggilan pengadilan, atau terus menghalangi DPR.


"Minggu ini, kami akan membawa resolusi ke Floor yang menegaskan penyelidikan yang sedang berlangsung, yang ada saat ini sedang dilakukan oleh komite kami sebagai bagian dari penyelidikan pemakzulan ini, termasuk semua permintaan dokumen, panggilan pengadilan untuk catatan dan kesaksian, dan investigasi lainnya langkah-langkah yang sebelumnya diambil atau akan diambil sebagai bagian dari penyelidikan ini, "tulis Pelosi seperti dikutip dari CNN.com, Selasa (29/10).

Pelosi mengatakan bahwa resolusi tersebut akan menetapkan prosedur untuk dengar pendapat terbuka, mengesahkan pelepasan transkrip deposisi dan menguraikan bagaimana Komite Intelijen dapat mentransfer bukti ke Komite Kehakiman, yang akan menjadi panel yang akan mengambil artikel-artikel potensial pemakzulan.

Situs web Komite Aturan mengatakan resolusi itu bisa mengarahkan komite tertentu untuk melanjutkan penyelidikan sebagai bagian dari penyelidikan Dewan Perwakilan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai cara untuk mengetahui apakah ada cukup alasan bagi Dewan Perwakilan Rakyat untuk menggunakan kekuatan konstitusionalnya guna memakzulkan Donald John Trump.




(CNN.com/agt)