Masalah Brexit, Parlemen Inggris Setuju Gelar Pemilu Desember

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 04:31 WIB
Masalah Brexit, Parlemen Inggris Setuju Gelar Pemilu Desember Ilustrasi. (Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota parlemen Inggris pada Selasa (29/10) sepakat untuk mengadakan pemilihan umum awal pada 12 Desember mendatang guna mendukung upaya Perdana Menteri Boris Johnson dalam mencoba memecahkan kebuntuan politik yang membuat Brexit tertunda tiga kali.

Dikutip dari AFP, kesepakatan tersebut dibuat beberapa jam setelah Uni Eropa secara resmi setuju untuk menunda Brexit hingga akhir Januari mendatang. Hasil pemilu dapat memiliki implikasi besar untuk proses Brexit berliku Inggris, yang dimulai dengan referendum Uni Eropa 2016.


Dengan kesepakatan tersebut, parlemen memberikan suara untuk pemilihan ketiga negara itu dalam empat tahun. Pemilu tersebut adalah pertaruhan bagi Johnson yang memimpin pemerintahan konservatif minoritas.


Dia tidak punya pilihan untuk berubah setelah anggota parlemen menolak persyaratan Brexit yang dia ajukan ke Brussels dalam waktu kurang dari dua minggu lalu.

Konservatifnya saat ini jauh di depan partai oposisi Partai Buruh dalam jajak pendapat. Posisi tersebut membuat dia berharap untuk memenangkan mayoritas di majelis rendah untuk mendorong rencana Brexit-nya.

Tetapi kegagalannya untuk memenuhi janjinya untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober berisiko mendapat pukulan balasan di antara pemilih euro yang sensitif.

(AFP/agt)