KILAS INTERNASIONAL

Maaf PM Johnson Soal Brexit Sampai Darurat Nazi di Jerman

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 07:52 WIB
Maaf PM Johnson Soal Brexit Sampai Darurat Nazi di Jerman Ilustrasi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (AP Photo/Matt Rourke)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (3/11) kemarin. Mulai dari Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berjanji meminta maaf karena Brexit diundur sampai ulah simpatisan Nazi di Jerman. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.


1. Ingkar Janji soal Brexit, PM Inggris Boris Akan Minta Maaf

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bakal meminta maaf kepada anggota Partai Parlemen yang telah memilih dirinya karena berjanji akan 'mengeluarkan' Inggris dari Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober lalu.


Permintaan maaf itu akan disampaikan sebagai bentuk penyesalan karena gagal menepati janji kepada para pendukungnya.

"Ya tentu saja (meminta maaf)," kata Boris Johnson kepada Sky Nees seperti dilansir Associated Press, Minggu (3/11).

[Gambas:Video CNN]

Awalnya, Johnson berencana dan berjanji akan membawa Inggris keluar Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa perjanjian perpisahan. Hal itu menjadi bagian penting Partai Konservatif yang membuat Boris Johnson 'berkuasa' dalam pemilihan umum beberapa waktu lalu.

Namun, janji tersebut harus diingkari karena anggota parlemen Inggris mendesak Johnson menunda Brexit. Johnson pun terpaksa harus memperpanjang waktu bagi Inggris keluar dari Uni Eropa.

Ia juga telah mengirim surat kepada pemimpin UE untuk meminta penundaan Brexit demi menghindari risiko Inggris keluar tanpa kesepakatan.


2. Demo Hong Kong, Kantor Berita Xinhua Dirusak

Kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, menyesalkan terjadi perusakan kantor bironya di Hong Kong. Perusakan ini terjadi saat kerusuhan aksi demonstrasi pro-demokrasi pada Sabtu (3/11) lalu.

Demonstrasi ini dilakukan sehari setelah Tiongkok mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir mereka yang bertentangan dengan pemerintah Hong Kong. Tiongkok juga mengatakan akan mengubah regulasi pemilihan dan pencopotan Kepala Eksekutif Hong Kong.

[Gambas:Video CNN]

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian kemudian menjadi ujung dari aksi demonstrasi tersebut. Lemparan batu bata dan bom molotov diarahkan ke aparat kepolisian. Pengunjuk rasa juga merusak sejumlah fasilitas perkantoran yang dianggap pro-Beijing, salah satunya kantor Xinhua.

Global Times melaporkan oknum perusak memasuki fasilitas gedung kemudian merusak pintu gedung, memecahkan jendela kaca serta melakukan aksi vandalisme dengan kata-kata kotor di dinding kantor. Pelaku juga dikatakan melempar bom molotov dan bom cat ke arah lobi.

3. Kota Dresden di Jerman Deklarasikan 'Darurat Nazi'

Kota Dresden di Jerman telah mendeklarasikan 'darurat Nazi' setelah bertahun-tahun terdapat aktivitas ekstremis sayap kanan dan rasial di kota tersebut.

Anggota dewan kota Dresden minggu ini mengeluarkan resolusi yang memperingatkan bawah sayap kanan tumbuh kuat di kota Jerman Timur.

[Gambas:Video CNN]

"Kata Nazinostand adalah formulasi berlebihan untuk fakta bahwa ada masalah serius -yang mirip dengan keadaan darurat iklim- dengan ekstremisme sayap kanan sampai di tengah-tengah masyarakat," kata Max Aschenbach, anggota dewan untuk partai satir Die Partei kepada CNN. (ayp/ayp)