Kasus 39 Mayat di Truk di Inggris, Vietnam Tangkap 8 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 02:25 WIB
Kasus 39 Mayat di Truk di Inggris, Vietnam Tangkap 8 Orang Ilustrasi borgol. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Vietnam menangkap delapan orang terduga pelaku kasus penemuan 39 mayat di dalam truk kontainer di Inggris. Mereka ditangkap di Provinsi Nghe An pada Senin (4/11).

Dikutip AFP, para terduga pelaku dituduh mengorganisir dan menjadi perantara bagi orang-orang yang ingin bepergian dan tinggal di luar negeri secara ilegal.

Penyelidikan polisi juga menemukan sebagian besar korban berasal dari dua provinsi di wilayah pusat Vietnam, salah satunya adalah Provinsi Nghe An. Kepolisian Nghe An menganggap kasus itu sebagai tragedi kemanusiaan paling menyakitkan.


"Ini adalah kecelakaan kemanusiaan yang sangat menyakitkan," kata kepala kepolisian Nghe An, Nguyen Huu Cau, kepada media setempat Tuoi Tre.


Delapan jasad perempuan dan 31 laki-laki ditemukan di dalam truk kontainer berpendingin di kawasan industri di Essex, bulan lalu.

Penyelidikan awal kepolisian Inggris menunjukkan semua korban merupakan warga China. Namun sejumlah keluarga dari Vietnam melaporkan khawatir saudara mereka menjadi salah satu korban. Hingga kini belum ada satu pun jasad yang diidentifikasi.

Petugas penyelidikan dari Vietnam dan Inggris berupaya melakukan identifikasi dengan mengambil sampel DNA dan sidik jari dari beberapa keluarga yang telah melaporkan kehilangan.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa keluarga mengungkapkan anak mereka pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dengan harapan bisa mendapatkan penghidupan.

Sejauh ini, kepolisian telah menahan sopir berusia 25 tahun asal Irlandia Utara dengan tuduhan pembunuhan tidak disengaja, pencucian uang, dan konspirasi melakukan praktik imigrasi ilegal.

Lalu pria asal Irlandia Utara lainnya juga akan diekstradisi terkait pengungkapan kasus tersebut. Kepolisian Inggris mengatakan ingin berbicara langsung dengan Ronan dan Christopher Hugher, kakak-beradik yang terkait dengan bisnis pengangkutan di Irlandia Utara.


Tiga orang lainnya telah ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan oleh kepolisian. Pekan lalu, dua orang ditahan di Provinsi Ha Tinh akibat keterkaitan dengan kasus yang sama.

Inggris diketahui sebagai salah satu destinasi populer bagi para imigran ilegal asal Vietnam, di mana sebagian besar akhirnya bekerja di ladang ganja atau menjadi pekerja di salon kuku.

Di Vietnam, makelar penyedia jasa migrasi ilegal ke wilayah Eropa sebagian besar ada di wilayah terpencil. Mereka menyediakan 'paket VIP' untuk terbang ke beberapa negara Eropa dengan biaya yang cukup besar.


'Paket' ini menyediakan perjalanan dengan rute berbahaya untuk sampai ke Inggris melalui wilayah Rusia dan China yang umumnya menggunakan truk. Menurut berbagai organisasi nonprofit dan para ahli, mereka juga seringkali dieksploitasi untuk menjadi buruh atau prostitusi saat dalam perjalanan. (fls/dea)