Nelayan WNI Diculik di Perairan Malaysia Berpindah Tangan

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 08:47 WIB
Nelayan WNI Diculik di Perairan Malaysia Berpindah Tangan Ilustrasi penyanderaan. (Istockphoto/ Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tiga nelayan Indonesia yang diculik dan disandera saat melaut di perairan Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, pada 23 September lalu dilaporkan masih ditawan. Namun, menurut laporan mereka saat ini berada dalam cengkeraman kelompok lain yang bersembunyi di Indanan, Pulau Jolo, Provinsi Sulu, Filipina.

"Saya mendapat informasi kalau tiga nelayan asal Indonesia yang ditawan sudah berpindah tangan dari Salip Mura kepada kelompok lain yang dipimpin Apo Mike," kata Konsul Jenderal Indonesia di Sabah, Krishna Djaelani, seperti dikutip dari Daily Express, Rabu (6/11).


Menurut Djaelani, kelompok penyandera mengontak keluarga sandera dan meminta tebusan sebesar PHP300 juta (sekitar Rp83 miliar). Salip Mura dan Apo Mike adalah pemimpin kelompok bersenjata yang bernaung di bawah bendera Abu Sayyaf.


"Saya mendapat informasi ketiga tawanan dalam kondisi sehat. Pasukan Filipina sudah membombardir lokasi kelompok itu dan terus memburu mereka untuk menyelamatkan sandera," kata Djaelani.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Diraja Malaysia, ketiga nelayan yang diculik bernama Maharudin Lunani (48), anak Muharudin yakni Muhammad Farhan (270, dan anak buah kapal lainnya bernama Samiun Maneu (27).

Ketiga nelayan itu diculik saat sedang melaut menggunakan kapal pukat ditemani sebuah kapal lain. Mereka lantas didekati dua kapal kecil yang diduga adalah kawanan perompak.

[Gambas:Video CNN]

Ketika para nelayan sedang memancing udang sekitar pukul 23.58 waktu setempat, tiba-tiba dua kapal kecil itu merapat dari bagian buritan, dan tujuh orang bersenjata menaiki kapal itu.

Ketiga nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara itu itu sempat ditahan kelompok Salip Mura di Desa Kabbon Maas, Indanan.

Komandan Komando Keamanan Timur Sabah (Esscom), Datuk Hazani Ghazali, membenarkan ketiga sandera itu sudah berpindah tangan. Namun, dia mengaku tidak mengetahui siapa yang menawan mereka saat ini.

"Mereka masih berada di Indanan dan militer Filipina sudah menyerang basis penyandera," kata Ghazali.


Salip Mura dan Apo Mike dilaporkan adalah dua dari 18 warga Filipina yang masuk ke dalam daftar orang-orang yang diburu oleh Esscom karena kejahatan perompakan dan penyanderaan. (ayp/ayp)