Buronan Kasus 1MDB Disebut Dilindungi Siprus

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 08:40 WIB
Buronan Kasus 1MDB Disebut Dilindungi Siprus Buronan kasus korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), Low Taek Jho alias Jho Low. (Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Buronan kasus korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), Low Taek Jho alias Jho Low, saat ini dilaporkan memegang paspor Siprus. Pemerintah Malaysia sudah mencoba merayu negara itu untuk memulangkan Low, tetapi negara itu disebut menolak kerja sama.

Dilansir Channel NewsAsia, Selasa (5/11), informasi itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Abdul Hamid Bador. Menurut dia, Low sengaja mengeksploitasi kelemahan ekonomi Siprus demi keuntungan pribadi.

"Kami menerima informasi dia (Low) mengeksploitasi mereka (Siprus) karena mereka butuh uang guna mendongkrak perekonomian," kata Hamid.


Dalam laporannya, surat kabar berbahasa Yunani, Politis, menyatakan Low memperoleh paspor Siprus pada 2015 dengan bantuan perantara Henley & Partners. Dia datang ke sana pada September 2015 dan memperoleh paspor dua hari kemudian melalui Badan Penanaman Modal Siprus (Siprus Investment Plan).


Sebelum mendapat kewarganegaraan dan paspor, Low diminta menyetor modal US$5,6 juta (sekitar Rp78,5 miliar) di bank Siprus selama tiga tahun. Dia juga dibolehkan membeli rumah di sana.

Low juga dilaporkan mempunyai puri seharga Rp78 miliar di Siprus.

Hamid menyatakan tindakan memberikan paspor kepada Low adalah perbuatan tidak bertanggung jawab karena dia terlibat masalah hukum dan masuk dalam daftar pencarian orang. Apalagi Siprus juga menolak bekerja sama dengan Malaysia.

"Kami telah meminta negara itu mendeportasinya (Low), tetapi nampaknya dia mendapat perlindungan dan kekebalan hukum dari aparat setempat," ujar Hamid.

"Kami telah mencoba berbagai pendekatan, tetapi mereka selalu memberikan kami alasan berbeda untuk mengulur waktu dengan menyatakan dia sedang menjalani bedah plastik," tambah Hamid.

[Gambas:Video CNN]

Low juga dilaporkan telah sepakat berdamai dengan penyidik dari lembaga penegak hukum Amerika Serikat. Dia disebut bersedia membayar ganti rugi sebesar US$700 juta (sekitar Rp9,8 triliun) supaya proses penyidikan kasusnya dihentikan. Low juga merelakan sejumlah properti yang dia beli dari uang korupsi 1MDB yang berada di AS, Inggris, dan Swiss untuk disita.

Menurut data Kementerian Hukum AS, Low dan sejumlah orang menggelapkan uang 1MDB sebesar US$4,5 miliar (sekitar Rp63,1 triliun) sejak 2009 hingga 2015.

Menurut kuasa hukum Low, klien mereka sempat ditawarkan suaka di sebuah negara di Timur Tengah.

Low saat ini diperkirakan bersembunyi di Uni Emirat Arab dan kerap berpindah dari Kuwait sampai Arab Saudi dan beberapa wilayah di Timur Tengah sejak Juni lalu. Meski begitu, Hamid enggan membeberkan di mana posisi Low saat ini.


"Saya masih menggunakan pendekatan dan akan bekerja sama dengan negara-negara yang terlibat. Apapun persyaratannya akan saya simak dengan baik. Namun, yang paling penting adalah dia (Low) harus kembali. Ini adalah kejahatan. Dia merampok uang sebuah negara dan malah diberi suaka di negara lain," ujar Hamid. (ayp/ayp)