Pria Kroasia 'Sulap' Taman Jadi Parkiran Pesawat Fokker 100

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 07:12 WIB
Pria Kroasia 'Sulap' Taman Jadi Parkiran Pesawat Fokker 100 Robert Sedlar di depan pesawat Fokker 100 bekas yang terparkir di taman dekat pemukimannya. (Foto: Denis LOVROVIC / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengusaha sekaligus pegiat pesawat terbang, Robert Sedlar mendatangkan sebuah pesawat Fokker 100 bekas ke area taman di sekitar tempat tinggalnya. Sedlar bersama teman-temannya menyulap pesawat bekas untuk dijadikan objek wisata.

Pesawat yang telah menempuh perjalanan keliling dunia selama 23 tahun itu bisa digunakan untuk acara pesta pernikahan hingga perayaan ulang tahun anak.

Sedlar mengatakan misi menjadikan pesawat sebagai objek wisata merupakan mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan.


Namun, bukan hal mudah bagi pria berusia 50 tahun tersebut untuk membawa pesawat dalam kondisi utuh. Bagian dalam pesawat yang mengangkut 100 penumpang ini dilucuti mulai dari kursi, mesin, dan kelengkapan dalam kokpit.

Kendati enggan merinci kocek yang harus dikeluarkan, ia menyebut harus mendatangkan pesawat tersebut dari bandara Osijek yang berjarak 340 kilometer dari pemukimannya.

Butuh waktu enam kali akhir pekan untuk membongkar bagian pesawat dan lima hari untuk mengirimnya ke tempat pemukimannya di perbukitan Strmec Stubicki, Zagreb.

"Mengingat dimensinya yang luar biasa dengan rentang 28 meter dan panjang 34,5 meter, maka kami harus memecahnya menjadi beberapa bagian agar bisa diangkut," ujar Sedlar seperti dilansir AFP.

[Gambas:Video CNN]

Setelah tiba di taman di sekitar pemukimannya, Sadler dan tim kembali merekonstruksi bagian-bagian pesawat. Tak hanya itu, ia juga melakukan perbaikan untuk beberapa bagian dan mengecat ulang bagian luar pesawat.

"Di dalam ruangan kokpit, kami akan memasang dua buah simulator pesawat terbang," imbuhnya.

Jet buatan Belanda yang diproduksi pada 1991 dan pensiun pada 2014 tersebut pernah digunakan oleh perusahaan maskapai di Indonesia, Meksiko, Brasil, dan Kroasia.

Proses rekonstruksi ditargetkan bisa dibuka untuk publik pada 8 Maret 2020, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sadler ke-51 dan Hari Perempuan Internasional. (evn)