Digoyang Unjuk Rasa Ricuh, Presiden Bolivia Akhirnya Mundur

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 07:30 WIB
Digoyang Unjuk Rasa Ricuh, Presiden Bolivia Akhirnya Mundur Ilustrasi kerusuhan di Bolivia. (AP Photo/Juan Karita)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Bolivia Evo Morales menyatakan mengundurkan diri setelah digoyang gelombang unjuk rasa berakhir ricuh selama tiga pekan.

Dalam pidato pengunduran diri pada Minggu (10/11) waktu setempat, Morales meletakkan jabatan di tengah ketidakpastian politik usai pemilu dan penarikan dukungan dari militer dan kepolisian.


"Saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai presiden," kata Morales dalam pidato yang disiarkan televisi dikutip dari AFP.


Selain Morales, Wakil Presiden Alvaro Garcia Linera juga turut mengundurkan diri.

"Saya mengirim surat pengunduran diri ke Majelis Legislatif Bolivia," kata pemimpin sosialis berusia 60 tahun itu dilansir dari Associated Press. Morales menyebut pengunduran diri itu sebagai puncak kudeta.

[Gambas:Video CNN]

Begitu Morales mengumumkan pengunduran diri, massa yang berada di jalan langsung bersorak. Mereka merayakan keputusan itu dengan menyalakan petasan dan mengibarkan bendera kebangsaan.

Morales yang berkuasa sejak 2006, dinyatakan menang dalam pemilihan presiden 20 Oktober lalu dengan selisih tipis.


Pihak oposisi menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara, sehingga kemenangan Morales dipertanyakan. Sejak itu, massa turun ke jalan untuk melakukan protes.

Organisasi Negara-negara Amerika melakukan audit pemilihan dan mereka menyatakan menemukan penyimpangan dalam pemilu Bolivia.

Sebelum menyatakan mengundurkan diri, Morales setuju diadakan pemilu baru, namun hal itu tak mampu meredam gejolak publik.


Demonstrasi yang berlangsung selama tiga pekan itu seringkali berakhir ricuh. Sedikitnya tiga orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam unjuk rasa. Para komandan militer dan kepolisian akhirnya ikut bergabung untuk menyerukan pengunduran diri Morales. (dea)