Diduga Dibunuh, Lengan Mahasiswi Ditemukan di Ransel Profesor

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 11:36 WIB
Diduga Dibunuh, Lengan Mahasiswi Ditemukan di Ransel Profesor Ilustrasi. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang profesor di Rusia ditahan dalam kasus pembunuhan mahasiswi. Profesor sejarah bernama Oleg Sokolov itu kedapatan membawa sepasang potongan lengan di dalam ranselnya.

Sokolov ditangkap saat berada di Sungai Moika, St. Petersburg. Dia nyaris tenggelam di sungai itu karena diduga mabuk. Mengutip CNN, Minggu (10/11), Sokolov kini dirawat di rumah sakit karena hipotermia.


Aparat penegak hukum mengidentifikasi sepasang lengan itu milik Anastasia Yeshchenko, peneliti yang bekerja dengan Sokolov di Universitas Negeri St. Petersburg. Korban merupakan mantan mahasiswi sang profesor. Tubuhnya ditemukan di apartemen profesor tersebut.


Beberapa media setempat sempat melaporkan bahwa Sokolov telah mengakui perbuatannya, tetapi laporan itu dibantah Komite Investigasi kota St. Petersburg karena tidak akurat.

Akibat kejadian ini, akademi pendidikan Institut Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Politik (ISSEP) telah mencopot keanggotaan Sokolov dari komite ilmiah institusi.

[Gambas:Video CNN]

"Sebagai profesor sejarah modern di Universitas (Negeri) St. Petersburg dan penerima penghargaan Legion d'Honneur dari Prancis, kami tidak pernah membayangkan dia akan melakukan tindakan buruk ini. Kami mencopotnya dari posisinya sebagai anggota komite ilmiah secepatnya dan mengirimkan belasungkawa serta dukungan kepada korban dan keluarga," kata perwakilan ISSEP dalam sebuah pernyataan resmi.


Sokolov dikenal sebagai akademisi dan ahli di bidang sejarah militer Prancis. Dia juga menjadi profesor di Departemen Sejarah Modern dan Kontemporer di Universitas Negeri St. Petersburg.

Berdasarkan situs resmi universitas, Sokolov telah menulis sebuah seri karangan ilmiah yang membahas Napoleon Bonaparte dan perang. Karena kontribusinya yang besar dalam mempopulerkan sejarah Prancis serta tentaranya, Sokolov diberi penghargaan Legion d'Honneur berdasarkan dekrit yang ditandatangani presiden saat itu, Jacques Chirac pada Juni 2003.


Tidak hanya akademisi, ia juga dikenal sebagai pemeran reka ulang sejarah karena sering tampil menggunakan seragam perang di era Napoleon dan bekerja sebagai konsultan untuk reproduksi tayangan televisi dan film sejarah. (fls/dea)