Gara-gara Bahasa, Wanita Prancis Ditolak Tinggal di Kanada

fls, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 09:30 WIB
Gara-gara Bahasa, Wanita Prancis Ditolak Tinggal di Kanada Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/rclassenlayouts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imigrasi Kanada menolak pengajuan izin tinggal yang diajukan oleh seorang wanita asal Prancis. Emilie Dubois harus menelan pil pahit setelah pengajuan izin tinggal tetapnya di Quebec, Kanada, ditolak.

Dikutip AFP, perempuan berusia 31 tahun itu mengungkap alasan penolakan izin lantaran pihak imigrasi menilai kemampuan bahasa Prancisnya dinilai kurang baik.

"Ini [alasan pihak imigrasi] konyol. Tetapi saya percaya bahwa seseorang telah membuat sebuah kesalahan," kata Dubois dengan nada kecewa.


"Anda harus melihat kenyataan dari segala sesuatu dan tidak menganggap kami hanya sebagai benda mati, melainkan sebagai manusia nyata. Jika mereka memiliki keraguan, mereka bisa tanyakan hal itu kepada kami."

Dubois mengajukan izin tinggal tetap di Quebec setelah merampungkan disertasi untuk mengantongi gelar doktor di Universitas Laval. Ia pun memulai bisnis kecil sejak tinggal pada 2012 lalu.

Namun, pihak imigrasi Quebec mengungkapkan penolakan izin tinggal Dubois lantaran disertasi yang dibuat tidak sepenuhnya ditulis dalam bahasa Prancis.

[Gambas:Video CNN]

Hal itu dibuktikan dengan salah satu bab tentang biologi seluler dan molekuler di dalam disertasi yang ditulis oleh wanita asal Burgundy, Prancis tersebut. Bab yang dimaksud ditulis dalam bahasa Inggris dengan alasan karena akan dirilis dalam sebuah jurnal ilmiah. Sementara empat bab lainnya ditulis dalam bahasa Prancis.

Menteri Imigrasi Quebec, Simon Jolin-Barrate menyadari adanya kasus tersebut. Ia mengatakan akan meminta dilakukan peninjauan kembali terhadap permohonan izin yang diajukan Dubois.

Kendati mendapat penolakan, Dubois mengatakan tetap memiliki keinginan kuat untuk bisa menetap di Quebec.

Quebec merupakan salah satu provinsi di Kanada yang dulu dikenal sebagai koloni Prancis yang diserahkan ke Inggris pada 1763. Provinsi ini menggunakan bahasa Prancis untuk urusan pemerintahan, perdagangan, dan pengadilan.

Akan tetapi, mayoritas masyarakat Prancis yang mendiami Quebec kerap mendapat kritik karena pembelaan keras terhadap bahasa Prancis.

Baru-baru ini juga muncul kecaman terhadap rencana untuk membuktikan asal usul leluhur masyarakat Quebec bagi siapa pun yang menginginkan layanan dalam bahasa Inggris. (evn)