Presiden Bolivia Mundur, Senator Deklarasi Diri Jadi Presiden

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 07:46 WIB
Presiden Bolivia Mundur, Senator Deklarasi Diri Jadi Presiden Senator Bolivia Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden. (Aizar RALDES / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Senator Bolivia Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden untuk mengisi kekosongan kekuasaan setelah Evo Morales mengundurkan diri. Anez memproklamirkan diri sebagai presiden sementara dalam sesi Kongres yang tidak mencapai kuorum, Selasa (12/11).

Anggota parlemen sengaja dikumpulkan setelah Morales mengumumkan pengunduran diri pada hari Minggu kemarin.

"Kami ingin mengadakan pemilihan baru sesegera mungkin," kata Anez dalam pidato di depan Kongres. Sebelumnya, di Senat, dia juga telah menyatakan diri sebagai presiden majelis tinggi.



"Ini komitmen yang telah kami buat untuk negara dan tentu saja, kami akan memenuhinya," ujar dia dikutip dari AFP.

Anez yang merupakan wakil kedua presiden senat, sah secara konstitusi untuk menduduki kursi kepresidenan setelah wapres senat dan para pemimpin majelis kongres turut mengundurkan diri bersama Morales, sehingga terjadi kekosongan kekuasaan di negara itu.

[Gambas:Video CNN]

Usai Anez mendeklarasikan diri, ucapan selamat langsung mengalir. Salah satunya dari Carlos Mesa, kandidat yang dikalahkan Morales dalam pemilu presiden 20 Oktober. Dia memberi ucapan selamat lewat akun Twitter.

Morales, 60, mundur dari kursi presiden setelah negaranya diguncang krisis politik dan unjuk rasa yang berlangsung ricuh selama tiga pekan terakhir.


Morales yang berkuasa sejak 2006, dinyatakan menang dalam pemilihan presiden 20 Oktober lalu dengan selisih tipis.

Pihak oposisi menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara, sehingga kemenangan Morales dipertanyakan. Sejak itu, massa turun ke jalan untuk melakukan protes.

Organisasi Negara-negara Amerika melakukan audit pemilihan dan mereka menyatakan menemukan penyimpangan dalam pemilu Bolivia.

Sebelum menyatakan mengundurkan diri, Morales setuju diadakan pemilu baru, tetapi hal itu tak mampu meredam gejolak publik. Massa pendukung dan penentangnya terlibat bentrok di jalanan Ibu Kota La Paz.

Sebanyak tiga orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam unjuk rasa. Para komandan militer dan kepolisian akhirnya ikut bergabung mendukung pengunduran diri Morales.


Kini Morales dilaporkan berada di Meksiko setelah diberi suaka oleh negara itu. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menganggap Morales merupakan korban "sebuah kudeta".

Meksiko juga telah menerima suaka setidaknya 20 pejabat tinggi pemerintahan Morales yang kini masih berada di kedutaan Bolivia di Mexico City. (dea)